Miris, Hamburkan Anggaran Rp 2 M,Jatim Fair 2019 Pemprov Jatim Tak Merakyat

Kabarkini.co:  Jatim Fair 2019 yang merupakan  rangkaian peringatan Hari Jadi Pemprov Jatim ke 74 di tempatkan di Grand City Surabaya  ternyata menghabiskan anggaran Rp 2 M.

Ironisnya lagi pameran tersebut tak merakyat dan terkesan menghamburkan anggaran APBD Jatim. Apalagi,pameran yang dibuka gubernur Khofifah oleh biro ekonomi selaku leading sektornya tak dikerjakan sendiri namun melalui EO (Event Organiser).

Tak hanya itu,  kabarnya setiap OPD yang membuka stand pameran juga mengalokasikan sendiri anggaran hingga kisaran Rp.200 juta hingga Rp.500 juta. tak hanya itu, para pengunjung Jatim Fair yang ingin menikmati panggung hiburan tersebut harus membayar karcis dengan harga kisaran Rp.25 ribu sampai Rp.50 ribu perorang.   

"Jika komitmennya kerakyatan, mestinya acara dan tempatnya juga bernuansa kerakyatan serta masyarakat dibebaskan dari biaya apapun sehingga masyarakat bisa langsung menikmati secara gratis bukan berbayar," kritik Umar Sholahuddin kordinator Parliement Wacth Jatim saat dikonfirmasi Selasa (8/10/2019).

Dipilihnya Grand City Surabaya sebagai lokasi acara, lanjut Umar dinilai kurang pas kendati akasesnya dekat dengan orang kebanyakan. "Saya rasa kalau di Grand City hanya kaum elit saja yang bisa mengakses sedangkan kaum alit sulit mengkases," katanya. 

Terpisah, kalangan DPRD Jatim juga bersuara miring ketika mendapat laporan bahwa panggung hiburan dalam rangkaian Jatim Fair dikenakan karcis bagi para pengunjung yang ingin menikmati hiburan panggung musik yang telah disiapkan oleh Even Organiser Jatim Fair 2019 di Grand City Surabaya. 

"Saya menyayangkan kenapa pengunjung yang ingin menikmati panggung hiburan dalam rangkaian Jatim Fair peringatan Hari Jatim Provinsi Jatim masih harus membayar karcis yang nilainya juga cukup besar. Harusnya digratiskan saja karena ini adalah pesta rakyat Jawa Timur," pungkas anggota DPRD Jatim asal Madura Matur Husaini. (Yudhie)