Payah, Kadinkes Jatim Lupa Besaran Anggaran Untuk Tangani Gizi Buruk Di Jatim

Kabarkini.co: Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Timur, Dr Kohar Hari Santoso mengaku tidak tahu terkait anggaran yang dikhususkan untuk penanganan gizi buruk di Jatim.

"Angkanya (anggaran khusus untuk penanganan gizi buruk, red) saya ndak hapal ya," katanya saat ditemui di Surabaya, Rabu (28/8/2019).

Dr Kohar menjelaskan, terkait anggaran yang dikhususkan untuk penanganan gizi buruk memang dialokasikan untuk pemberian makanan tambahan. "Dan kita terus terang berhati-hati jangan sampai salah langkah. Dan memang ada data yang harus dikoreksi," dalihnya.

Pihaknya justru hanya membuat komitmen yang ditujukan kepada seluruh kepala daerah, baik Kota maupun Kabupaten di Jatim. Dimana, pencegahan agar tidak sampai ada kurang gizi.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim, Suli Daim mengungkapkan, anggaran perbaikan Gizi masyarakat pada Dinas Kesehatan tahun 2019 baru terserap Rp 248 juta hingga Agustus 2019. Padahal alokasi anggarannya mencapai Rp 12,2 miliar.

“Sekarang Sudah 8 bulan masa anggaran 2019 berjalan, tapi cuma terserap 2,03% saja, Ini sungguh sangat disayangkan,” keluh Suli Daim.

Seperti diketahui, Dinas Kesehatan pada APBD murni 2019 mendapat alokasi dana sebesar RP 627,5 miliar. Karena kinerjanya kurang serius dalam hal kesehatan, maka pada Perubahan APBD 2019 ini, anggaran Dinkes Jatim menjadi Rp 598 miliar saja. Atau di turunkan sebesar Rp 29 miliar.(Yudhie)