Pemalsuan Merek Sarung BHS Belum Tahap 2, Kuasa Hukum: 1 dari 4 Tersangka masih Sakit

Surabaya, kabarkini.co : Kuasa hukum pemilik merk paten sarung PT. Behaestex (BHS), Ma'ruf Syah mengatakan, kasus pemalsuan brand milik kliennya menemui kendala. Menurutnya, pelimpahan tahap II dari Ditreskrimsus Polda Jatim ke Kejaksaan Tinggi Jawa Timur pada Selasa (12/10/2021) dianggap tak berjalan sesuai alur.

Ma'ruf menegaskan, pelimpahan tahap II dari kepolisian, mendapatkan penolakan Kejakasaan. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari penyidik, 1 dari 4 tersangka, yakni RK, tak bisa dihadirkan pada proses tahap 2. Alasannya, terbaring sakit di kediamannya.

Ma'ruf mengaku, pihaknya baru mengetahuinya usai penyidik hendak menyerahkan berkas tahap II. Menurutnya, kuasa hukum RK mengirim surat kepada penyidik bahwa kliennya sakit.

Ihwal ketidakhadiran tersangka lantaran sakit dalam proses tahap II, Ma'ruf menilai bahwa penyidik dapat melakukan upaya mendatangi rumah tersangka. Kedatangannya kudu membawa dokter dari kepolisian untuk kroscek dan melakukan pemeriksaan medis pembanding.

"Ketika belum diserahkan ke kejaksaan negeri Sumenep, upaya itu juga bisa dijadikan untuk pemeriksaan medis pembanding atau mengecek kondisi kesehatan terbaru pada tersangka," kata Ma'ruf dalama keterangannya, Senin (18/10/2021).

Pria lulusan dokter fakultas hukum Unair itu menerangkan, kasus itu berawal ketika perusahaan dari kliennya, yakni PT Behaestex dalam melaporkan praktik bisnis pemalsuan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) dengan mencatumkan logo BHS pada setiap sarung yang didistribusikan di Kabupaten Sumenep, Madura dengan Nomor LP.B/38/VIII/2019/SUS/JATIM/ Tanggal 01 Agustus 2019. Berdasarkan laporan itu, penyidik dari kepolisian lantas menetapkan 4 tersangka, antara lain:

  • RK berperan sebagai terduga pemalsu merk
  • NH, berperan sebagai penyuplai dan pemasok ke pasar-pasar,
  • AZ, berperan sebagai penyuplai dan pemasok ke pasar-pasar,
  • AM, berperan sebagai penyuplai dan pemasok ke pasar-pasar.

Sementara itu, Kasubdit Indagsi Ditreskrimsus Polda Jatim, Suryono membenarkan bila pihaknya memang belum bisa melakukan tahap 2 pada RK. Alasannya pun seragam, yakni masih sakit.

"Karena kondisi tersangka masih sakit. Yang jelas, saat ini masih belum bisa dilakukan tahap 2," kata Suryono ketika dikonfirmasi, Senin (18/10/2021).

Ia menegaskan, penanganan, penyidikan, hingga pemeriksaan terhadap seseorang yang hendak diperiksa, sudah sesuai SOP. Mulai dari pemanggilan, pemeriksaan, sampai pengecekan terhadap tersangka.

Terlebih, saat melakukan pemeriksaan, juga mendatangkan dokter untuk mengecek kondisi tersangka. "Usia tersangka ini sudah tua, 82 tahun dan tidak bisa kemana-mana, kondisinya masih terbaring di ranjang dan pakai infus, memang benar-benar sakit," bebernya. (K3)