Pemicu Serapan Rendah, Dewan Jatim Sebut Gubernur Dan Kepala OPD Tak Kompak

Kabarkini.co: Rendahnya serapan anggaran di OPD (Organisasi Perangkat Daerah)Pemprov Jatim semakin hari semakin mendapat soroton dari DPRD Jatim. Setelah sebelumnya, pihak legislative menuding adanya intervensi pihak luar ke OPD, kini pihak Dewan Jatim secara terang-terangan menyebut bahwa kinerja Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa tak sesuai ritme dengan kepala dinas masing-masing OPD.

“ Harap dimaklumi, karena saat ini etos kerjanya masih sesuai dengan gubernur sebelumnya. Jadi kepala dinas OPD maupun gubernur Jatim saat ini harus menyesuaikan kinerjanya satu sama lain,”ungkap wakil ketua Komisi A DPRD Jatim Hadi Dediansyah saat dikonfirmasi di Surabaya, beberapa waktu lalu

pria yang juga pengusaha kontraktor ini mengatakan saat ini yang seharusnya muncul adalah peran Sekdaprov Jatim sangat dibutuhkan dengan gubernur.”Harus ada sinergi antara gubernur Khofifah dengan sekdaprov Jatim. Bu Khofifah ini melanjutkan gubernur pak de Karwo dan tentunya yang paham kepemimpinan pak de Karwo adalah sekdaprov Jatim. Peran sekdaprov harus optimal mensinergikan OPD dengan ritme gubernur Jatim,”sambung pria kelahiran 71 ini.

Dikatakan oleh Hadi Dediansyah, sekdaprov Jatim harus menyampaikan ke gubernur Jatim secara factual agar penyerapan anggaran sesuai dengan target.”Kami minta kinerja sekdaprov lebih maksimal,”jelas pria asli Surabaya ini.

Dikatakan oleh Hadi, saat ini belum terlambat dan masih ada tiga bulan untuk penyerapan maksimal dan gubernur harus memantau secara langsung kepada kinerja masing-masing OPD agar target yang dicanangkan gubernur saat pidato peringatan hari Jadi Jatim ke-74 bisa terlaksana secara maksimal.

“ Bilamana perlu gubernur mengambil sikap tegas terhadap OPD-OPD yang kurang maksimal dalam kinerjanya,”tandasnya.

Sebelumnya, dari 56 OPD di Pemprov Jatim baru 37 OPD yang telah merealisasi serapan anggaran hingga kisaran 50 sampai 70 persen. Sisanya, 19 OPD masih dibawah 0 persen.

Sekedar diketahui, target serapan APBD yang diatur dalam Pergub Jatim No 92 tahun 2018 tentang Pedoman Kerja dan Pelaksanaan Tugas Pemprov Jatim tahun anggaran 2019 disebutkan bahwa target serapan pada triwulan tiga dengan total keseluruhan adalah 80 persen. Rinciannya pada triwulan I sebanyak 20 persen, triwulan II 35 persen dan dan triwulan 25 persen.(Yudhie)