Pengdaan e-KTP, PT Sucofindo Raup Untung Rp 8 Miliar

Kabarkini.co: PT Sucofindo salah satu perusahaan yang tergabung dalam konsorsium Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI) mendapat tugas bimbingan dan pendampingan teknis di proyek e-KTP senilai Rp 5,9 triliun. Mantan Direktur Utama Sucofindo Arief Safari menceritakan mengenai untung Rp 8 miliar yang didapatkan.

Menurut Arief, awalnya Sucofindo menawarkan diri untuk bergabung dengan konsorsium PNRI dengan menemui Dirut PNRI saat itu, Isnu Edhi Wijaya. Akhirnya disepakati soal bimbingan dan pendampingan.

"Pada tahun 2011, tahap I, kami menyiapkan pendamping teknis ada 2.664 orang. Bimbingan operator di 167 kabupaten. Tahap kedua 1.700. Selama 103 hari bimbingan teknis di 167 kabupaten," kata Arief saat bersaksi untuk terdakwa Irman dan Sugiharto dalam persidangan di Pengadilan Tipikor, Jl Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis (4/5).

Tahun 2012, ada pelatihan di 600 kabupaten, 3.886 kecamatan. Ada sekitar 15 ribu orang yang diberi bimbingan dan pendampingan untuk enrollment data e-KTP.

Arief menuturkan, bahwa nilai proyek di 2011 secara keseluruhan sebesar Rp 109.260.316.459. Nilai tersebut termasuk pekerjaan tambahan salah satunya subkon dari PT Kuadran. Sementara jika yang terkait kontrak utama hanya sebesar Rp 100.379.710.391.

Nilai kontrak untuk tahun 2012 sebesar Rp 113.418.639.031. "Total yang didapat sekitar Rp 213 miliar lebih,"tandas Arief.

Jaksa kemudian bertanya mengenai besar keuntungan yang didapat oleh PT Sucofindo. Arief mengungkapkan, di tahun 2011, PT Sucofindo justru rugi jika hanya mengandalkan pekerjaan terkait konsorsium. Justru keuntungan diperoleh saat mengerjakan tugas tambahan.

"Kebetulan untuk kontrak utama kami mengalami kerugian Rp 9 miliar. Untungnya dari pekerjaan tambahan, kita memperoleh ada laba Rp 17.934.480.785 miliar. Sehingga kalo ditotal. Kita mendapat keuntungan Rp 8.231.289.362," tegas Arief.(Ike)

TagsHUKUM