Pengedar Jaringan Sumatera Ditangkap Di Jatim , Istu Hari Subagio: Selamatkan Jutaan Masyarat Dari Narkotika

SURABAYA, Kabarkini.co- Ketua Komisi A DPRD Jatim Mayjen TNI (purn) Istu Hari Subagio mengatakan pihaknya memberikan apresiasi atas kinerja kepolisian jajaran Polda Jatim  yaitu Polrestabes Surabaya atas keberhasilannya mengungkap peredaran narkotika jaringan Sumatera.

“ Ini tentunya kado manis bagi Jatim di akhir tahun 2021 dimana keberhasilan mengungkap peredaran narkotika skala besar. Kami apresiasi kinerja kawan-kawan kepolisian atas prestasi tersebut,”jelasnya saat dikonfirmasi di Surabaya, Rabu (28/12/2021).

Mantan Pangdam Bukit Barisan ini mengatakan peredaran narkotika di Indonesia khususnya di Jatim sangat tinggi sehingga perlu ada upaya secara maksimal untuk memberantasnya. “ Efek dari pengaruh narkotika itu sangat buruk bagi yang mengkonsumsinya. Saya menghimbau khususnya generasi muda jangan sampai terkontaminasi dengan narkotika,”ujar mantan gubernur Akmil ini.

Pria kelahiran Kertosono, Nganjuk ini mengatakan dengan memberikan hukuman berat bagi Bandar maupun pengedarnya tentunya sebagai upaya untuk memberikan efek jera agar tak main-main dengan narkotika.

“ Jangan coba-coba mengedarkan narkotika di Jatim. Tentunya akan langsung disikat dan akan dijerat dengan hukuman yang berat. Kami mendukung penuh upaya tersebut karena narkotika akan merusak bangsa,”jelasnya.

Dengan keberhasilan pengungkapan tersebut, kata politisi Partai Golkar ini, sudah menyelamatkan ratusan ribu bahkan jutaan masyarakat di Jatim dari pengaruh narkotika.

Sekedar diketahui, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta mengatakan Polrestabes Surabaya  mengungkap peredaran narkotika jaringan Sumatera-Jawa dengan dilakukan penangkapan terhadap tersangka di kawasan Tol Ngawi- Surabaya. Dalam pengungkapan tersebut diamankan tersangka berinisial SM, RR dan AS.“ Para tersangka tersebut mengirimkan barang ke Surabaya lewat darat dimana dalam penangkapan tersebut diamankan sejumlah barang bukti antara lain  sabu sebantak 12 bungkus dengan total keseluruhan lebih kurang 6,037 gram,”ungkapnya di mapolrestabes Surabaya, Rabu (28/12/2021).

 Nico Afinta mengatakan setelah dilakukan penangkapan terhadap para tersangka, lalu dilakukan pengembangan dengan mendapatkan tersangka lainnya berinisial  AY, HW, CE dan FE di daerah Sukodono Sidoarjo.

 Nico menambahkan  untuk pasal yang dijeratkan untuk para tersangka, pria kelahiran Surabaya ini mengatakan penyidik akan menjeratnya dengan pasal 114 (2) UU No 35 tahun  2009 dengan ancaman pidana maksimal  seumur hidup atau hukuman mati. (die)