Pengusaha Tawau Temui Wagub Jatim, DPRD Dukung Penguatan Ekspor Jatim Ke Malaysia

Surabaya: Rencana Pemprov Jatim untuk melakukan penguatan kerjasama ekspor dengan Malaysia mendapat perhatian dari DPRD Jatim. Komisi B DPRD Jatim memandang perlu penguatan tersebut, mengingat saat ini semangat Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Wagub Jatim Emil Dardak sedang gencar-gencarnya mempromosikan Jatim ke luar negeri.

“ Kalau kebijakannya baik, tentunya kami dukung termasuk menguatkan kerjasama dengan Malaysia, khususnya tadi saya dapat informasi kalau pengusaha Tawau Malaysia menemui Wagub Jatim diruang kerjanya,”ungkap anggota Komisi B DPRD Jatim Noer Soetjipto di Surabaya, Rabu (24/7/2019).

Politisi asal Partai Gerindra ini mengatakan pihaknya mendukung penuh pengembangan kerjasama antara Jatim dengan Tawau, khususnya bidang perdagangan. “Silahkan mengakses pasar Jawa Timur untuk Tawau. Jadi kita sama-sama mendorong middle trade,” sebut politisi asal Trenggalek ini.

Lebih lanjut Noer Soetjipto menjelaskan, produk-produk asli Jatim yang berpotensi untuk diekspor ke Tawau dinilai cukup banyak. Diantaranya, potensi hasil laut, makanan-minuman, serta kerajinan tangan (handycraft).” Dengan kondisi tersebut, saya optimis bahwa Jawa Timur tak hanya bisa berperan sebagai produsen saja, namun juga mampu menjadi pasar,”jelasnya.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak menyambut baik puluhan pengusaha asal Tawau, Sabah, Malaysia yang berkunjung di Jawa Timur. Sambutan hangat itu diberikan Wagub Emil Dardak saat rombongan pengusaha negeri Jiran itu diterima di Kantor Gubernur Jl. Pahlawan no. 110, Surabaya, Rabu (24/7) siang.

Dalam pertemuan itu, Mantan Bupati Trenggalek tersebut mengatakan Jawa Timur bisa menjadi gerbang ekspor tak hanya lokal Jatim saja, namun bisa mencakup wilayah sekitar Bali dan Jawa Tengah. Untuk itu, dirinya mengusulkan agar terjadi pembahasan lebih lanjut tentang potensi produk yang diminati kedua daerah, yakni antara Jatim dan Tawau.

 “Mari kita menyetujui komoditi-komoditi yang diminati dari Jatim maupun dari Tawau,” ujarnya.

Sementara itu, Konsulat Jenderal RI untuk Tawau Malaysia, Septania Rubi Preswari menyampaikan, bahwa saat ini sebagian besar kargo yang masuk ke Tawau masih dalam bentuk kubikasi atau pallet. Belum dimungkinkan untuk akses container besar. Pihaknya bersama dengan Pemerintah Daerah Tawau sedang berkoordinasi untuk membuka jalan baru guna mempermudah akses antar wilayah.

(Yudhie)