Penyaluran Kredit Tak Tepat Sasaran, Kinerja Jamkrida Jatim Disorot

Kabarkini.co: Wakil ketua Komisi C DPRD Jatim Y Ristu Nugroho menyoroti kinerja Jamkrida Jatim. BUMD milik Pemprov Jatim tersebut dinilai telah keluar dari rel tujuan awal didirikan BUMD tersebut.

“Jamkrida dibentuk untuk membantu penyaluran kredit dari pemerintah terhadap pelaku UMKM di Jatim. Namun, kenyataannya yang dibantu justru pelaku usaha menengah ke atas. Hal ini yang kami sesalkan,”ungkap wakil ketua Komisi C DPRD Jatim Yohanes Ristu Nugroho saat ditemui di Surabaya, Sabtu (23/11/2019).

Mantan anggota DPRD kabupaten Madiun ini mengatakan tujuan awal yang paling penting adalah memberikan jaminan pinjaman kepada masyarakat kecil. “ Harapan kami yang disasar adalah UMKM skala kecil.  Kalau skala menengah sudah banyak yang mengcover. Jamkrida Jatim ternyata dalam pelaksanaannya ikut mengcover skala menengah juga,”lanjutnya.

Dikatakan oleh Ristu, jika memberikan kredit terhadap UMKM skala kecil tentunya akan lebih aman daripada memberikan kredit untuk skala menengah.” Kredit UMKM kecil paling kisaran antara minim Rp 10 juta sehingga untuk berurusan masalah hukum akan minim sekali,”jelasnya.(Yudhie)