Pilkada Jatim 2018, DPP PAN Perhitungkan Artis Anang Hermansyah

Kabarkini.Co - Sukses artis Anang Hermansyah terpilih menjadi anggota DPR RI menarik perhatian Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Amanat Nasional (PAN) untuk dibahas sebagai salah seorang kandidat untuk maju di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Timur 2018.

"Nama Mas Anang saat ini sedang dibahas, selain dua nama kader internal lainnya yaitu Ketua DPW PAN Jatim Masfuk dan Bupati Bojonegoro Suyoto," kata Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan ditemui usai Halalbihalal pengurus dan kader di Rumah PAN Jatim di Surabaya, Sabtu (8/7).

Seperti diketahui, selain sebagai musisi, Anang Hermansyah yang lahir di Jember saat ini adalah anggota DPR RI asal Fraksi PAN asal daerah pemilihan Jatim IV (Kabupaten Lumajang dan Jember) dengan perolehan suara 53.559 suara pada Pemilu 2014.

Nama Anang tak sekali ini disebut oleh Zulkifli sebagai salah satu kader PAN yang layak diperhitungkan. Saat menjadi pembicara di Universitas Negeri Surabaya pada Ramadhan lalu, Zulkifli juga sempat menyinggung suami Ashanty tersebut untuk Pilkada Jatim. "Ada nama Anang. Orang PAN itu top-top kok," ucapnya.

Sementara itu, untuk nama kader eksternal terdapat dua kandidat yang disebutnya layak menjadi orang nomor satu di Pemerintah Provinsi Jatim, yaitu Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa.

"Kalau dari luar kader dua nama itu yang sedang dibahas. Nantilah keputusannya seperti apa dan ditunggu saja. Kami masih mencari yang terbaik. Saat ini, kami sedang membangun pembicaraan dengan partai politik lain karena tidak bisa maju sendiri sehingga harus berkoalisi," paparnya.

Di sisi lain, menghadapi 18 Pilkada kabupaten/kota yang digelar serentak di Jatim pada 27 Juni 2018, Zulkifli memerintahkan kepada seluruh ketua DPD bergaul dengan ketua partai lainnya.

"Jangan sampai ketua partai minder dan malu, nanti malah malu-maluin. PAN itu partai besar sehingga ketuanya jangan sampai minder. Contoh ketua DPW (Masfuk) yang selalu bergaul dan menggalang kekuatan untuk partai," katanya.

Di Pilkada mendatang, lanjutnya, PAN diminta untuk tak hanya sebagai pihak yang ikut-ikutan tanpa melibatkan kadernya di pesta demokrasi, tapi sebagai calon pemimpin. Momentum Pilkada harus dapat dimanfaatkan untuk menggalang kekuatan.

"Nomor satu buktikan kalau kader PAN bisa menjadi kepala daerah, kalau tidak bisa maka sebagai wakilnya. Tapi tidak ada juga maka diupayakan menjadi ketua tim. Yang penting PAN harus berperan dan inilah momentum untuk membesarkan partai," jelas Ketua MPR RI ini. (Bmw)