PKS Jatim Pertegas Pesan Persatuan dalam Keberagaman

Dewan Pengurus Wilayah Partai Keadilan Sejahtera (DPW PKS) Jawa Timur melaksanakan Upacara Bendera Peringatan  Kemerdekaan ke-74 Republik Indonesia di Kantor DPW PKS Jatim, Jalan Gayungsari Barat X no.33 Surabaya. Bertindak selaku Inspektur Upacara Ketua Umum DPW PKS Jatim Arif Hari Setiawan.
Upacara dimulai pukul 07.00 dan diikuti oleh para pengurus DPTW bersama segenap karyawan serta masyarakat sekitar. 


Dalam amanatnya, Arif menyampaikan bahwa kemerdekaan adalah karunia dari Allah SWT. Hasil perjuangan para syuhada' bangsa. Bukan pemberian penjajah dan bangsa asing.


"Kemerdekaan adalah ikhtiar perjuangan para ulama bersama seluruh ummat. NKRI adalah ijtihad para ulama untuk membentuk sebuah negara yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur. Karenanya harus kita pertahankan hingga titik darah penghabisan," ujar Arif.


Selain itu, Arif juga mengingatkan untuk selalu bersyukur atas nikmat kemerdekaan. Bersyukur dengan cara menggunakan kemerdekaan ini untuk selalu taat kepada Sang Maha Pemberi kemerdekaan. Bersyukur dengan melakukan tugas kita sebagai pemakmur bumi, dimana kita diberikan amanah berupa alam Nusantara ini.

"Menggunakannya untuk kesejahteraan ummat, kemakmuran anak bangsa, dan menjaganya agar tidak jatuh kepada orang-orang yang ingin membuat kerusakan di negeri gemah ripah loh jinawi ini," tegas Arif.


"Yang juga amat penting," lanjut Arif, "Bersyukur dengan cara merawat kebersamaan dengan seluruh ummat, dengan seluruh anak bangsa. Menjunjung tinggi Persatuan. Dan selalu menjaga Kesatuan Bangsa. Bhinneka Tunggal Ika bukan sekedar slogan. Ia adalah spirit yang menjadi sumber kekuatan bangsa melawan segala macam ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan," jelas Arif.


"Musuh kita bukanlah suku, agama, ras, dan golongan di dalam bangsa sendiri. Musuh kita adalah setiap kekuatan asing yang ingin merongrong keutuhan bangsa. Musuh kita adalah para penyusup yang ingin memecah belah bangsa. Musuh kita adalah para pemberontak yang ingin memporakporandakan negara. Karena itu kita harus terus mengokohkan persatuan dan kesatuan, agar negeri ini tetap dapat terus tegak berdiri," kata Arif berapi-api.


Arif lalu mengajak untuk menebalkan semangat kebersamaan. Semangat gotong royong. Bahu membahu membangun bangsa. Fokus menjadikan Indonesia Jaya. Menghilangkan kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan, pengangguran, kelaparan, wabah penyakit, bencana, dan segala hal yang membuat bangsa ini menjadi lemah.

"Kita yakin, dengan semangat kebersamaan, segala tantangan dapat kita hadapi. Kita optimis, dengan semangat gotong royong, segala persoalan dapat kita selesaikan. Dan kita percaya, dengan tawakkal kepada Allah SWT dan perjuangan bersama, kita bisa mewujudkan Indonesia yang lebih baik," pungkas Arif, yang mengakhiri amanat dengan meneriakkan pekik Merdeka dan Takbir. 


Upacara diakhiri dengan ramah tamah yang diselingi dengan kudapan berupa jajanan tradisional seperti kopi ketan, ketan ireng,, lupis, cenil, klepon, gaplek, gempo, telo, dan beberapa jenis jajanan khas jawa timur lainnya.(as)