Polda Jatim Usut Pelaku Bentrok di Pamekasan

Kabarkini.co - Kepolisian Daerah Jawa Timur - Polda Jatim, akan menindak tegas siapapun, atau kelompok manapun, yang sengaja melakukan tindakan atau aksi sweeping yang terjadi di Desa Ponteh, Kecamatan Galias, Pamekasan, Madura.

Kabid Humas Polda Jatim - Kombes Pol Frans Barung Mangera menegaskan, Kapolda Jatim menginstruksikan bahwa tidak ada satupun ormas yang dapat melakukan upaya upaya paksa terhadap orang lain maupun kelompok lain.

"Apapun bentuknya, hanya Kepolisian Negara Republik Indonesia, yang diberikan hak dan wewenang oleh Undang Undang, untuk melakukan upaya upaya paksa, melakukan penangkapan," tegasnya, Rabu (24/1/2018).

Oleh karena itu, Kapolda dengan tegas untuk melakukan penwgakan hukum secara pasti. Siapa yang melakukan tindakan aksi sweeping tersebut, tambah Barung harus dituntut secara hukum.

"Ini kepastian yang kami sampaikan kepada publik," tambahnya.

Seperti diketahui, adanya aksi penyisiran Laskar Pembela Islam (LPI) yakni lembaga yang bernaung di bawah Front Pembela Islam (FPI) itu berujung bentrok dengan warga yang menolak. Akibatnya, sepuluh orang mengalami luka termasuk ibu rumah tangga dan anak-anak.

"Untuk korban, kita memberikan pelayanan secepatnya, dan kemudian pejabat utama Polda Jatim sudah berkunjung ke Pamekasan langsung untuk melakukan koordinasi dengan Polres," imbuhnya.

Kombes Pol Frans Barung mengatakan, aksi penyisiran itu dilatarbelakangi adanya dugaan bahwa di Desa Pontoh terjadi praktik prostitusi ilegal.

"Kami minta dan berharap kepada seluruh masyarat Jawa Timur, untuk tidak melakukan tindakan tindakan diluar daripada hukum yang berlaku terhadap orang lain," tandasnya.

Saat ini, polisi sudah mengantongi beberapa bukti dalam kasus bentrokan tersebut. Sejumlah barang bukti itu antara lain pecahan kaca mobil LPI yang dirusak warga, beberapa pentungan yang diduga dibawa LPI saat penyisiran, serta alat serbuk cabai yang digunakan pasukan LPI.