Program Seragam Gratis Di Jatim Amburadul, DPRD Jatim Akan Panggil Lagi Kadiknas

Kabarkini.co: Program seragam gratis yang di gelorakan gubernur Khofifah Indar Parawansa ternyata dalam prakteknya amburadul. Pasalnya, sampai saat ini belum ada kejelasan untuk lelang seragam gratis tersebut dari Dinas Pendidikan Jatim. Padahal, tahun ajaran baru sudah diberlakukan dan para wali murid sudah diwajibkan membeli seragam sekolah dengan nilai nominal Rp 2,1 juta.

Lemotnya kinerja Dinas Pendidikan Jatim dalam pengadaan seragam gratis tersebut kembali jadi perhatian Komisi E DPRD Jatim. Komisi yang membidangi kesejahteraan rakyat ini kembali lagi akan memanggil plt Kadiknas Jatim Hudiono untuk meminta penjelasan lambannya pengadaan seragam sekolah tersebut.

“Kami akan minta pimpinan Komisi E untuk jadwalkan kembali pemanggilan. Masalah  seragam gratis yang tak kunjung selesai harus segera diselesaikan jangan sampai berlarut-larut. Ironisnya lagi yang diterima siswa nanti bukan seragam melainkan kain seragam dan siswa menjahitnya sendiri,”jelas anggota Komisi E DPRD Jatim Agatha Retnosari saat ditemui di Surabaya, Rabu (24/7/2019).

Politisi asal PDIP ini mengatakan yang harus ditelusuri dalam pengadaan kain seragam tersebut dimana kendalanya Diknas Jatim dalam pengadaan seragam gratis tersebut.”Dimana kendalanya, kami akan minta penjelasan pak Kadis,”sambungnya

Jika nantinya dari hasil pertemuan tersebut, tak bisa diselesaikan dalam tahun depan, maka lebih baik pemberian kain seragam gratis dua setel tersebut diganti dengan program pembangunan sekolah.

“Mengapa lebih penting, karena ketika pemerintah pusat menerapkan sistem zonasi padahal disatu sisi jumlah sekolah negeri yang ada sangat terbatas. Saya minta jika pengadaan kain seragam tak bisa diserahkan di tahun ajaran baru lebih baik dialihkan ke program lain yang manfaatnya bisa dirasakan lebih banyak anak di Jatim,”tutupnya. (Wahyu)