Puluhan Orang Berunjuk Rasa Ihwal Sebidang Tanah PT Pakuwon Jati, Ahli Waris: Salah Alamat kalau Kita Didemo

Surabaya, kabarkini.co : Sejumlah orang melakukan aksi demonstrasi di kawasan Pakuwon Indah, Kelurahan Lontar, Kecamatan Sambikerep, Kota Surabaya. Usut punya usut, para peserta aksi mengaku berasal dari ahli waris Almarhum Satoewi dan Somo yang merupakan ahli waris tanah yang diduga dikuasai PT. Artisan Surya Kreasi.

Ketika berada di lokasi, keduanya membawa massa sekitar puluhan orang. Tak sedikit dari mereka yang membentangkan poster berisikan 'Ahli waris Somo, menuntut tanah milik almarhum Satoewi dan almarhum Saturi yang diduga dikuasai PT. Artisan Surya Kreasi tidak ada korelasinya'.

Ketika dikonfirmasi, Kapolsek Lakarsantri Surabaya, Kompol Mahari membenarkan perihal tersebut. Menurutnya, pihak ahli waris hanya menyampaikan tuntutannya saja.

Mahari menjelaskan, yang menjadi tanggung jawab ihwal pengelola tanah yang dimaksud masih ada kegiatan. Maka dari itu, kehadirannya diwakilkan.

"Secepatnya akan diberi jawaban. Minimal, pihak yang mewakili bisa mendengarkan tuntutan ahli waris," kata Mahari kepada awak media, Kamis (21/10/2021).

Di sisi lain, Juru bicara Law Firm PT Pakuwon Jati, Billy Handiwiyanto menegaskan, tanah yang tengah dipermasalahkan oleh puluhan orang yang melakukan aksi tersebut telah diputus oleh PTUN.

Billy mengungkapkan, seyogyanya pihak yang mengatasnamakan ahli waris tersebut kudu mentaati putusan pengadilan dan bukan menggelar aksi unjuk rasa.

Menurutnya, klausul kepemilikan hingga penjualan tanah itu lantaran terdapat perjanjian tukar guling pada tanggal 25 April 1994. Ia menyebut, tukar guling yang dilakukan kala itu antara PT. Artisan Surya Kreasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Lalu, dilakukanlah serah terima tanah tersebut pada tanggal 28 April 1999, bidang tanah SHM 495 dan SHM 496.

Kemudian, PT Artisan Surya Kreasi mengajukan permohonan atas bidang tanah itu bisa diterbitkan sertifikat SHGB (Sertifikat Hak Guna Bangunan). Beberapa waktu berlalu, lantas SHGB diterbitkan dengan nomor 7924 atas nama PT Artisan Surya Kreasi dengan surat ukur tanggal 30/9/2009 nomor : 424/lontar/2009, luas : 36.885 M2 yang dikeluarkan kantor BPN 1, pada 20 Maret 2017.

"Menurut saya, pihak ahli waris salah alamat kalau kita didemo. Apalagi, diperkarakan," tandasnya.

Billy menyatakan, sidang perkara gugatan pihak penggugat (Somo) juga disesalkannya. Sebab, bukti surat petok Padjeng nomor 956 persil 169 S.I. dan petok nomor 956 S.II yang diajukan hanya berbentuk salinan. Bahkan, tidak dapat ditunjukan bukti surat aslinya.

Diketahui, puluhan orang melakukan aksi unjuk rasa di kawasan Pakuwon Indah, Kelurahan Lontar, Kecamatan Sambikerep, Kota Surabaya pada Kamis (21/10/2021). Mereka mengaku, tanah atas nama Soewito dengan petok 956 persil 169 S I luas tanah kurang lebih 8.410 M2 dan tanah atas nama Saturi, petok 959 persil 171 d II luas kurang lebih 4.980 M2. Selain itu, mereka mengklaim surat formal SHM nomor 495 persil 148 S luas tanah 9.550 M2 dan SHM nomor 496 persil 144 b S II luas tanah 8.665 milik PT. Artistan Surya Kreasi tak menunjukan ke tanah milik almarhum Satoewi, melainkan milik almarhum Saturi. Sebab, ketika dikroscek, nomor petok, persil, hingga luas tanah berbeda-beda. (K3)