Putusan Pra Per PN, No 04/Praper/2017/ PN Surabaya , Jalan Ditempat

Surabaya kabarkini.co : Terkait  Putusan pra-per, PN Sby No : 04/Praper/2017/PN Sby tertanggal 6 pebruari 2017  yang isinya :   SP3  tersangka Mardian Nusathio dibatalkan oleh PN Sby karena tidak sah melanggar pasal 263 pasal KUHP, penyidik polrestabes surabaya dan kejaksaan negeri tunduk dan patuh atas putusan praper ini, PN Surabaya memerintahkan Kejari Surabaya ntuk melanjutkan proses perkara pidana.

Karena kesal terhadap Kejari Surabaya , pelapor / korban mohon perlindungan hukum dan keadilan yang selama ini terkait putusan praper PN Sby No. No : 04/Praper/2017/PN, hingga sampai sekarang perkaranya dianggap jalan ditempat, akhirnya Drs. EC. Mulyanto Wijaya, AK melaporakan ke kejaksaan agung dan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur .

"Seharusnya Kejaksaan Negeri Surabaya harus tunduk dan patuh terhadap putusan praper untuk melanjutkan proses hukum pidana sampai di persidangan peradilan negeri surabaya, dengan harapan saya bahwa putusan praper menjadi suatu keadilan untuk mencari kebenaran, selama 2 tahun lebih saya sudah melakukan upaya untuk menanyakan ke JPU Samsu kejaksaan negeri surabaya selaku pengganti JPU Marsandi bahkan JPU pompi yang menangani perkara pidana Agus Hariyanto, SH dan Hairanda Suryadinata, SH dijerat pasal 263 J.O pasal 55 KUHP", jelasnya.

Karena pasal 263 yang ada kaitannya dengan pasal 378 KUHP yang pada saat itu Hairanda Suryadinata, SH pelaku kejahatan penipun yang mempunyai kekuatan hukum tetap dari pengadilan negeri sby sampai mahkamah agung republik indonesia.

Karena sedang diperkara lain pasal 263 J.O pasal 55 KUHP diduga peran Hairanda Suryadinata, SH merupakan konseptor surat, yang mengetik komputer adalah Agus Hariyanto dan yang menanda tangani surat adalah Mardian Nusanthio.

"Saya berharap agar satu kepastian hukum untuk mencari keadilan selaku korban", tutur mulyanto pada wartawan.

Sementara Jaksa Samsu Ketika dikonfirmasi melalu selulernya  mengatakan, kami masih menunggu hasil split dari polres.

"Sudah  saya sampaikan kemaren. Nunggu yang splitannya dari polres. Baru bisa diekspose bareng," ujarnya.

Perlu diketahui bahwa putusan praper ini PN Surabaya masih berjalan ditempat tidak ada perkembangan lebih lanjut, berkas perkara mengendap di kejari surabaya.