Rawat Inap Di Rumah Sakit Haji Surabaya, Warga Surabaya Malah Diduga Terjangkit Covid-19

Surabaya Kabarkini.co: Menjalani perawatan di rumah sakit dengan niat untuk mencari kesembuhan, malah mengalami diduga Covid-19. Hal ini dialami oleh warga Surabaya bernama Lilo Widiantoro (41) warga Pucang Surabaya. Pria yang bekerja sebagai karyawan swasta tersebut harus merelakan anak nomor 1 satunya meninggal dunia karena diduga terpapar Covid-19 ketika menjalani rawat inap atau opname di Rumah Sakit Haji Surabaya.

Menurut Lilo Widiantoro saat dikonfirmasi mengatakan semula anaknya yang bernama Mohammad Alif menjalani pemeriksaan di Rumah sakit Haji Surabaya karena didiagnosa oleh pihak dokter mengalami gangguan ginjal.

“ Oleh pihak medis di rumah sakit, diminta untuk menjalani rawat inap di rumah sakit Haji Surabaya,’jelasnya di Surabaya, Selasa (11/8/2020).

Selang beberapa hari menjalani perawatan, kata pria yang memiliki anak dua ini, oleh pihak medis disarankan untuk cuci darah karena ginjal yang dimiliki anaknya bermasalah berat.

“ Dari keterangan dokter yang menangani diketahui kalau kedua ginjal anak saya sudah mengecil dan rusak sehingga harus cuci darah. Kemudian dilakukan cuci darah oleh pihak rumah sakit terhadap anak saya,”jelasnya.

Namun, setelah beberapa hari cuci darah, sambung Lilo, ternyata pasien mengalami koma.

“ Sebelum koma, anak saya mengeluh sesak napas. Hingga akhirnya oleh pihak dokter dilakukan isolasi diruang khusus,”sambungnya.

Setelah dua hari mengalami koma, kata Lilo, pasien sadar dalam satu hari.” Hingga akhirnya ketika pukul 2 dini hari tadi, selasa (11/8/2020) anak saya meninggal dunia,”jelasnya.

Yang menjadi persoalan pihak keluarga, kata Lilo, adalah pemberlakuan terhadap anaknya yang sudah meninggal dunia dengan dugaan Covid-19.

“ hasil swabnya belum muncul, namun sudah dikenakan prosedur Covid-19 dan pemakamannya langsung di bawa ke Keputih yang merupakan tempat pemakaman untuk pasien Covid-19. Ini yang kami sayangkan,”jelasnya.

Senada dengan Lilo, juru bicara pihak keluarga, Hadi Santoso mengungkapkan pihaknya menyesalkan tindakan pihak rumah sakit yang sejak awal tak memberlakukan tes Covid-19 terhadap pasien.

“ Dari keterangan dokter yang ada keponakan saya belum tentu Covid-19. Tapi oleh pihak manajemen rumah sakit Haji Surabaya sudah dinyatakan Covid-19 dengan proses pemakaman jenazah dengan prosedur Covid-19,”jelasnya.

Tak hanya itu, kata Hadi Santoso, pihak medis yang merawat pasien sama sekali selama pasien menjalani perawatan tidak pernah sama sekali ditunjukkan rekam medik pasien.” Padahal keluarga berhak untuk memperoleh informasi itu. Baru ketika pasien meninggal dunia baru diserahkan rekam medik ke keluarga,”jelasnya.

Ditambahkan oleh Hadi Santoso, yang mengecewakan sekali adalah ketika awal masuk menjalani pemeriksaan Kesehatan untuk rawat inap tak ada pemeriksaan Covid-19 terhadap pasien.

“Ini masuk rumah sakit untuk dirawat sebagai pasien sakit ginjal, kok tiba-tiba setelah jalani rawat inap di rumah sakit Haji Surabaya malah ada dugaan Covid-19. Jadi bisa saja terpapar di dalam rumah sakit. Kok gak tambah sehat malah bertambah penyakitnya,”jelasnya.

Sementara itu, salah satu wakil direktur Rumah sakit Haji Surabaya Ahsanul mengatakan dari keterangan yang ada, pihaknya menduga kalau pasien meninggal adanya probable Covid-19.

“ Dari keterangan pihak keluarga karena test swab belum keluar, kami menduga adanya probable Covid-19 dan memang harus diberlakukan protokol Covid-19 dalam pemakaman jenazah pasien,”jelasnya singkat. (Yudhie)