Sabu Senilai Rp 10 Milyar Dimusnahkan BNNP Jatim

Kabarkini.co - Badan Narkotika Nasional Propinsi (BNNP) Jawa Timur, melakukan pemusnahan terhadap lebih dari 8 kilogram narkotika jenis sabu, senilai lebih dari Rp 10 milyar.

Barang haram tersebut disita dari tiga jaringan pengedar narkoba yang berhasil diungkap petugas BNNP Jatim dan juga Bea Cukai Tanjung Perak serta Bea Cukai Juanda, Surabaya.

Masing masing, pengungkapan narkotika dari Bangkalan - Madura, petugas menyita lwbih dari 9 ons sabu, serta mengamankan dua tersangka, satu diantaranya tewas.

Kasus kedua pengungkapan petugas gabungan dari BNNP Jatim dan Bea Cukai Tanjung Perak. Dimana mengamankan 6 orang tersangka, dua diantaranya tewas karena berusaha melawan petugas. Sabu yang disita dari kasus ini seberat lebih dari 7 Kg sabu.

Kasus ketiga adalah, pengungkapan petugas BNNP Jatim bersama dengan Bea Cukai Juanda, Surabaya. Meskipun hanya mengamankan sabu seberat 140 gram, namun modus yang digunakan pelaku Z adalah dengan cara memasukkan kedalam alat vital bagian belakang.

Kepala BNNP Jatim - Brigjenpol Bambang Budi Santoso menjelaskan, berdasarkan pemeriksaan sementara, sabu tersebut akan diedarkan di Surabaya dan Jatim.

"Untuk sementara peredarannya bisa saja di dalam Surabaya maupun akan diedarkan keluar. Karena kita masih dalam pengembangan, kan bukan hanya sampai disini," terangnya, Rabu (7/2/2018).

Dikatakannya, tiga pengungkapan pada awal tahun 2018 ini merupakan jaringan Internasional. Sebagian besar barang dipasok dari Malaysia, meskipun beberapa dari Aceh.

"Asal barang ada yang dari Malaysia ada juga yang dari Aceh, Aceh itu juga berasal dari Malaysia," tambahnya.

Salah satu faktor yang membuat bandar menjadikan Indonesia sebagai sasaran penjualan narkotika, kata Brigjenpol Bambang adalah Indonesia merupakan pangsa pasar yang menggiurkan, dengan jumlah penduduk yang cukup besar.

"Harapannya dengan sinergitas, tinggalkan ego, kita bersama sama berantas narkoba, mungkin bandar bandar narkoba akan takut ke Indonesia," tegasnya.