SEAFDeC Digelar Di Jatim, DPRD Berharap Lahir Kebijakan Pro Nelayan

 

Kabarkini.co: Komisi B DPRD Jatim berharap pelaksanaan Southeast Asian Fisheries Development Center (SEAFDeC) yang digelar di Jatim dan diikuti oleh 10 negara ASEAN bisa menghasilkan keputusan yang menguntungkan bagi nelayan di Jatim.

“ Memang dalam pertemuan tersebut berskala nasional, namun setidaknya bisa berdampak bagi kesejahteraan nelayan khususnya di Jatim,”ungkap Ketua Komisi B DPRD Jatim Achmad Firdaus di Surabaya, Rabu (20/3).

Diungkapkan oleh Firdaus, pihaknya berharap agar dalam pertemuan tersebut bisa dijadikan pemerintah untuk  referensi membuat kebijakan yang pro nelayan.” Jangan membuat keputusan yang merugikan nelayan. Kalau membuat keputusan atau aturan setidaknya melakukan survey atau mencari referensi dari masing-masing daerah,”jelasnya.

Dengan adanya sinergi antara Pemprov maupun dengan pemerintah pusat dalam membuat kebijakan dalam tata niaga perikanan diharapkan nelayan bisa diuntungkan dari kebijakan tersebut.

Sebelumnya, 10 perwakilan negara ASEAN menggelar pertemuan  yang dikemas dalam kegiatan dinamakan Southeast Asian Fisheries Development Center (SEAFDeC).

Pertemuan SEAFDeC berlangsung pada tanggal 18-22 Maret 2019. Pertemuan ini secara periodik dilakukan Kementerian Perikanan dari ASEAN yang dihadiri sebanyak 10 negara dan negara mitra pengamat (observer) seperti Jepang, Australia, Amerika Serikat, serta organisasi perikanan dunia.

 

Tujuan kegiatan SEAFDeC yakni membangun kesamaan persepsi terkait pengelolaan perikanan secara berkelanjutan. Nantinya akan dihasilkan guideline yang bersifat mendorong masyarakat di ASEAN untuk bersama-sama menangani isu seperti memerangi Illegal, Unreported and Unregulated (IUU) Fishing, penggunaan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan, serta sustainable culture untuk budidaya.(Yudhie)