Serius Dukung Khofifah Di Pilgub Jatim, FK3JT Berangkat Ke Jakarta Lobi Presiden RI Jokowi

Kabarkini.co:ForumKomunikasi Kiai Kampung Jatim (FK3JT) benar-benar serius untuk mendukung Khofifah Indar Parawansa untuk maju di Pilgub Jatim 2018 mendatang. Para kiai kampung tersebut berangkat ke Jakarta untuk bertemu Presiden RI Jokowi agar mengijinkan Khofifah Indar Parawansa untuk maju di Pilgub Jatim 2018.

Bahkan Presiden Jokowi mendisposisi supaya surat permohonan FK3JT ditindaklanjuti oleh Mendagri, Tjahyo Kumolo. Kemudian Mendagri memerintahkan Dirjen Otoda, Soemarsono untuk mengundang FK3JT ke Kemendagri di Jakarta supaya Kemendagri bisa tetap netral dalam menyikapi aksi dukung mendukung di Pilkada.

"Jam 10.15 WIB tadi, rombongan kami diterima Pak Soemarsono Dirjen Otoda Kemendagri di Jakarta. Anggota FK3JT yang hadir sebanyak 52 kiai," ujar KH Fahrur Rozi koordinator FK3JT saat dikonfirmasi Rabu (3/5).

Menurut Gus Fahrur, pertemuan yang penuh kekeluargaan itu juga didokumentasikan oleh Dirjen Otoda untuk nantinya dilaporkan langsung ke Mendagri, dan Mendagri akan menyerahkan dokumentasi tersebut ke Presiden. "Pak Soemarsono memperkirakan jadwal pertemuan antara FK3JT dengan Presiden Jokowi sekitar bulan Juni mendatang," beber kiai asal Bangil Pasuruan.

Secara tersirat, Pak Soemarsono mengakui Presiden Jokowi kemungkinan besar akan mengabulkan permohonan dari FK3JT. Terlebih sudah bukan menjadi rahasia bahwa kandidat kuat Cagub Jatim mendatang ada dua orang, yaitu Khofifah dan Gus Ipul. "Tapi sebagai aparatur sipil negara, pihaknya tidak boleh berkomentar karena dituntut untuk netral," tambah Gus Fahrur.

Lebih jauh Gus Fahrur menjelaskan bahwa aspirasi FK3JT menginginkkan Gubernur Jatim mendatang berasal dari kader terbaik Nahdlatul Ulama (NU) yaitu antara Gus Ipul (Saifullah Yusuf) dan Khofifah Indar Parawansa. "Kalau Gubernur Jatim mendatang dari kader NU, Insya Allah Jatim ke depan akan terus aman dan makmur, kerukunan umat beragama tetap terjaga dan 4 pilar kebangsaan yaitu NKRI, UUD 1945, Pancasila dan Kebhinekaan tetap utuh," tegasnya. (Ari)