Sukses Berbisnis ditengah Pandemi, Pemuda Asal Madiun Buka Empat Gerai Seluler

Surabaya, kabarkini.co : Muhammad Lanang Cikal, adalah seorang pemuda yang berhasil memanfaatkan peluang bisnis ditengah pandemi covid-19. Pemuda berusia 20 tahun ini membuka gerai baru penjualan seluler keempatnya disaat banyak lini usaha gulung tikar maupun bangkrut di saat wabah virus corona belum berakhir.

Pemuda asal Madiun yang akrab disapa Lanang ini, mengawali bisnisnya pada awal dia masuk kuliah di Universitas Tarumanegara Jakarta jurusan Kedokteran. Karena ia berpikir tak mungkin hanya mengandalkan pemberian orang tua ketika merantau di Jakarta, sehingga dia bertekad membuka usaha jualan seluler Iphone hasil dari tabungannya sendiri. Meski diawalnya mendapat penolakan dari ayah dan ibunya.

"Ini modal saya sendiri, kebetulan ada joinan sama rekan saya yang dari Surabaya sini juga," kata Lanang saat ditemui di gerai barunya Ibros di kawasan Nginden Semolowaru Surabaya. Minggu (10/1/2021).

Dengan bermodal tekad itulah, Lanang berhasil memiliki empat gerai penjualan seluler, dua di Jakarta, Satu di Jogjakarta dan Surabaya. Sehingga kemudian orang tuanya mendukung langkah bisnisnya.

"Dulu awal-awal justru diragukan cuma karena sudah melihat bukti nyatanya, akhirnya dapat di support kayak pinjaman dana," ucapnya.

Meski fokus menjadi wirausaha, Lanang juga tak melupakan kewajibannya menjadi mahasiswa kedokteran. "Alhamdullilah sudah hampir selesai ini tinggal sidang,"katanya.

Lanang menceritakan, dirinya mengumpulkan modal untuk membuka gerai seluler ini dari menabung ketika berprofesi sebagai reseller, dimana ia hanya menjualkan barang secara online dan mendapatkan keuntungan.

"Dulu saya juga sempat jadi reseller sepatu, nah itu juga tanpa modal. Jadi kita cuma ambil barang dari toko kita lempar langsung ke customer, nah dari situ kita bisa ngumpulin modal nah kalau dapat banyak nah kita bisa buka usaha sendiri,"terangnya.

Menjadi wirausaha muda, Lanang juga melewati proses jatuh bangun dalam mengembangkan usahanya. Sehingga dia berpesan kepada pengusaha pemula agar tak mudah menyerah maupun terlalu banyak berpikir.

"Pokoknya gak perlu banyak teori, gak perlu banyak takut ini itu, semua dicoba jatuh ya diulangi lagi gagal ya diulangi lagi sampai ketemu formulanya, sampai berhasil," nasehatnya. (Fajar)