Tahun 2020, Anggota DPRD Jatim Turun Dapil Wajib Sosialisasi Empat Pilar

Kabarkini.co: Prihatin dunia pendidikan terpapar akan radikalisme, DPRD Jatim di tahun 2020 mendatang akan menggelar sosialisasi empat pilar di masing-masing dapil (daerah pilihan)  se Jatim.

Wakil Ketua Komisi A DPRD Jatim Hadi Dediansyah mengatakan pihaknya merasa prihatin karena dunia pendidikan rawan sekali terpapar akan radikalisme.” Salah satu contoh di Unej (Universitas Jember) yang menurut hasil penelitian mahasiswanya terpapar radikalisme dan khilafah. Ke depan salah satu program DPRD Jatim memberlakukan sosialisasi empat pilar di daerah dapil. Hal ini wajib dilakukan anggota DPRD Jatim,”ungkapnya di DPRD Jatim, Kamis (21/11/2019).

Politisi asal Partai Gerindra ini mengatakan sosialisasi empat pilar tersebut merupakan pertama kalinya dalam sejarah DPRD Jatim bahkan untuk DPRD se Indonesia satu-satunya yang menjalankan sosialisasi empat pilar.” Selama ini hanya DPR RI yang sosialisasi, maka DPRD Jatim pelopori sosialisasi empat pilar di tingkat DPRD se Indonesia,”jelasnya.

Hadi Dediansyah mengatakan terpaparnya dunia pendidikan dari faham radikalisme karena kurangnya sosialisasi empat pilar.” Kelas pelajar atau remaja mulai kelas SMP hingga mahasiswa sangat riskan masuk faham radikalisme. Ini yang kami tangkap dan ke depannya akan kami kuatkan dengan sosialisasi empat pilar,”terangnya.

Tak hanya itu, dalam melaksanakan sosialisasi empat pilar, sambung Hadi Dediansyah, nantinya juga akan melibatkan media massa untuk pelaksanaan empat pilar.” Agar pelaksanaan sosialisasi ini bisa sampai ke masyarakat, kami akan libatkan media massa untuk sosialisasi empat pilar tersebut,”terangnya.

Sebelumnya, dari hasil penelitian  Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) Universitas Jember (Unej)didapati sebanyak 22 persen mahasiswa Universitas Jember (Unej) Jatim telah terpapar radikalisme.

Selain hasil penelitian dari LP3M Unej, hasil penelitian INFID Jakarta juga menyatakan adanya 10 perguruan tinggi negeri (PTN) yang terpapar radikalisme.

Sejumlah mahasiswa di PTN yang dimaksud melakukan aktivitas merakit bom, pelatihan militer, razia syariah, dan keterlibatan mahasiswa pada organisasi terlarang HTI merupakan kondisi yang dapat dikatakan krusial dan akut.(Three)