Tak Ada Ijin Dinas PU Setempat, Warga Sumber Bulu Banyuwangi Protes Pengerukan Jalan

Banyuwangi, Kabarkini.co:Pengalian tanah tepatnya badan jalan raya yang berlokasi di Dusun Krajan, Desa Sumberbulu, Kecamatan Songgon diprotes warga karena dinilai tidak mengantongi ijin lengkap dari dinas PU Binamarga Kabupaten Banyuwangi dan warga setempat.

Hal tersebut disampaikan secara langsung oleh Budi saat ditemui , kamis (1/1/2021)menyampaikan, pengalian sebadan jalan raya tersebut dinilai terlalu dalam kuranglebih 1,5 meter dan kondisi fisik bangunan rumahnya nampak terlihat mengantungdari badan jalan.

Selain itu, akibat pengerukan yang dinilai ilegal itu membuat kendaraan motor dan mobilnya tidak bisa masuk. Sehingga, pengalian itu sangat merugikan dan tidak ada kordinasi terlebih dahulu.

" akibat dari dampak pengerukan itu akhirnya saya mengadu ke Dinas PU Pemkab Banyuwangi untuk menanyakan kebenarannya dari proyek yang dilakukan Kepala Desa (Kades). Ketika saya kordinasi ke Dinas PU Binamarga menemui Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga, pak Ebta ternyata realitanya oleh Dinas PU tidak pernah memberikan ijin. Secara otomatis Kepala Desa harus mengembalikan bangunan jalan seperti semula," Bebernya.

Setelah itu, sepulang dari kantor Dinas PU langsung menemui Wakil Ketua 1 DPRD Kabupaten Banyuwangi, Muhammad Ali Mahrus dikediamannya untuk mencarikan solusinya terkait proyek penggalian jalan raya yang tidak ada izin alias ilegal.

Menurut informasi yang didapat saat Wakil Ketua DPRD menghubungi via ponsel Kepala Desa Sumberbulu bahwa pengakuan dari Kades menyampaikan sudah mengajukan proposal ke UPTD Rogojampi, Eko. Alasannya, dirasa perijinan sudah cukup kuat maka proyek penggalian sebadan jalan raya langsung di eksekusi oleh Kades Sarengat dikeruk dengan menggunakan becgho.

Dan pada akhirnya, sangat disayangkan niat tujuan program penggalian badan jalan mendapat teguran keras dari Wakil Ketua DPRD, Muhammad Ali Mahrus.

Ditambahkan oleh Ali Mahrus bahwa proyek tersebut tidak ada izinnya serta tidak ada agenda proyek pembangunan di akhir tahun anggaran 2020. Realitanya, Kepala Desa Sumberbulu berani melakukan pengerukan badan jalan itu.

Disisi lain, Kepala Dinas PU Binamarga Kabupaten Banyuwangi, Danang juga mengklaim keras bahwa atas pengerjaan proyek penggalian jalan tersebut belum mendapatkan ijin.

Informasi terakhir, Kades Sarengat mengakui kesalahannya dan meminta maaf kepada Wakil Ketua 1 DPRD, M Ali Mahrus via ponselnya. Berhubung proyek tersebut ilegal maka Kades diminta untuk mengembalikan seperti semula.

Hingga awal pengerukan badan jalan tersebut sudah banyak warga yang dirugikan karena akses jalan tertutup diakibatkan adanya proyek ilegal.

Hingga berita ini diturunkan, Kades Sumberbulu belum bisa ditemui dan dihubungi melalui ponselnya.(Gin/tyo)