Tak Produktif Hasilkan PAD, BUMD Milik Pemprov Jatim Terancam Di Merger

Kabarkini.co:Rendahnya serapan anggaran masing-masing OPD di Pemprov Jatim kisaran 50 persen kebawah, menjadi sorotan dari DPRD Jatim. Imbasnya, keberadaan BUMD sebagai salah satu mesin Pemprov untuk menambah pundi-pundi PAD Jatim diragukan kinerjanya.

“ Kami akan jadwalkan pemanggilan kepada mereka. Seluruhnya mulai BUMD hingga anak BUMD. Akan kami panggil semua,”ungkap ketua Komisi C DPRD Jatim Mohammad Fawait saat dikonfirmasi di Surabaya, Jumat (11/10/2019).

Dikatakan oleh politisi asal Partai Gerindra ini mengatakan pihaknya ingin mengetahui sejauh mana kinerja BUMD milik Pemprov Jatim ini dalam memberikan pendapatan bagi APBD Jatim. Pasalnya, saat ini serapan masing-masing OPD Pemprov Jatim dalam kategori rendah.

“ Kami prihatin serapan OPD rendah dibawah 50 persen. Jangan sampai BUMD juga mengalami serupa. Kami ingin tahu laporannya,”lanjut pria asal Jember ini.

Fawait menambahkan, jika dalam pemanggilan tersebut didapati ada beberapa BUMD yang tak produktif, maka pihaknya tak segan-segan merekomendasikan untuk dilakukan merger.

“ Bua tapa APBD Jatim dikucurkan untuk membiayai BUMD yang kinerjanya tak produktif. Lebih baik di merger  dan diganti BUMD baru yang tentunya kinerjanya bisa menghasilkan bagi PAD Jatim,”tutupnya. (wahyu)