Tak Puas Apraisal Frontage Road, Warga Gugat ke PN

Sidoarjo, kabarkini.co :Lahan miliknya terkena Mega proyek frontage road Sidoarjo, enam warga mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Sidoarjo.

Mereka tak terima ganti rugi Karena nilai ganti rugi yang mereka terima dinilai terlalu kecil. Sehingga akhirnya melayangkan Gugatan ke PN Sidoarjo. Warga RW 09 Dusun Gedangan Desa Gedangan itu menggugat BPN dan Dinas PU Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Sidoarjo lantaran keberatan atas proses appraisal.

Dimas Yemahura Alfaruq, selaku kuasa hukum enam warga Gedangan mengatakan, warga pemilik lahan menolak terkait proses ganti rugi yang tidak transparan. Alasannya ganti rugi harus melibatkan masyarakat secara terbuka dan lembaga akuntabel.

“Faktanya proses ganti rugi dilakukan dengan narasi tekanan. Seperti ungkapan nilai appraisal yang sudah tinggi, dan kalau tidak mau maka warga tidak akan mendapatkan harga yang sesuai, dan uangnya akan dititipkan ke pengadilan,” jelas Dimas saat mengikuti sidang gugatan di PN Sidoarjo, Kamis (16/12).

Menurutnya, nilai ganti rugi yang ditetapkan tim appraisal Rp 13 juta per m2. Namun warga minta Rp 35 juta per m2 dengan dasar bangunan rumah mereka besar dan bertingkat.

“Karena tidak ada kejelasan ganti rugi sebenarnya kepada masing-masing penerima dan tim appraisal tidak kompeten, lantaran tidak ada rujukan informasi cara menghitung yang diterima warga maka kita menolak,” urai Dimas.

Meski ada kendala soal pembebasan lahan untuk frontage road. Pemkab Sidoarjo optimistis pengerjaan frontage road mulai Bundaran Aloha sampai batas permukiman warga Desa Gedangan alias Segmen 1 bisa tuntas akhir 2021.

”Untuk yang segmen 1 sampai permukiman warga Desa Gedangan kita yakin bisa selesai akhir 2021. Segmen berikutnya dikebut lagi tahun depan. Program ini menjadi prioritas Bupati Sidoarjo karena akan sangat membantu mengurai kemacetan,” ujar Plt Kepala DPUBMSDA Sidoarjo, Dwi Eko. (K3)