Tekan Harga Tinggi, DPRD Jatim Apresiasi Operasi Pasar Cabai Pemprov Jatim

Kabarkini.co: Komisi B DPRD Jatim menyambut baik respon dari Pemprov Jatim dalam menggelar operasi pasar menghadapi tingginya harga cabai di Jatim.

Ketua Komisi B DPRD Jatim Achmad Firdaus mengatakan apa yang dilakukan Pemprov tersebut patut diapresiasi mengingat operasi pasar sangat diperlukan dalam menekan tingginya harga cabai tersebut.

“ Jangan sampai petani cabai enggan lagi menanam cabai gara-gara tingginya harga cabai,”jelas politisi asal Partai Gerindra ini di Surabaya,selasa (6/8/2019).

Pria asal Lamongan ini mengungkapkan meroketnya harga cabai disebabkan karena kebijakan yang salah dilakukan pemerintah pusat dengan mendatangkan impor cabai kering di Indonesia termasuk di Jatim.” Harga cabai kering impor tersebut membuat cabai local tak bisa bersaing sehingga petani enggan menanam lagi,”jelasnya.

Sebelumnya, Harga cabai beberapa pekan ini mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Para pedagang di beberapa pasar di Kota Surabaya menjual hingga Rp. 80 ribu per kg. Padahal harga disentra produksi sebesar Rp. 50-60 ribu.

“Kenaikan cabai disebabkan minimnya stok ditingkat hulu atau petani, karena beberapa sentra cabai di Jatim belum memasuki masa panen,” ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Prov. Jatim Drajat Irawan saat melakukan Operasi Pasar di Pasar Tambah Rejo, Surabaya, Jumat (2/8) pagi.

Operasi pasar tersebut, menurut Drajat, membantu masyarakat memperoleh cabai dengan harga murah yaitu sebesar Rp. 50 ribu. Di PasarTambah Rejo sendiri disediakan 70 kg cabai, dan di Pasar Wonokromo disediakan 50 kg untuk Operasi Pasarnya.

“Masyarakat juga bisa membeli cabai dengan jumlah kecil yaitu 1 ons dengan harga Rp. 5 ribu. Dengan demikian diharapkan masyarakat yang membutuhkan cabai bisa mendapatkan sesuai dengan kebutuhan,” ujarnya.

Dijelaskan, operasi pasar akan terus diselenggarakan sampai harga stabil yaitu diprediksi akhir Agustus atau awal September 2019. Hal tersebut disebabkan di beberapa wilayah sentra produksi Jatim di antaranya di Kab. Blitar, Kab. Kediri, Kab. Malang, Kab. Tuban, Kab. Sampang dan Kab. Pamekasan mulai panen. Diprediksi, Agustus 2019 ini produksi cabai mampu menghasilkan sekitar 25.666 ton.(Yudhie)