Tembakau Madura Terancam Tak Terserap, DPRD Jatim Desak Disbun Bantu Jual Di Pabrikan

Kabarkini.co: DPRD Jatim Desak Dinas Perkebunan Jatim untuk memfasilitasi penjualan hasil tembakau asal Madura agar bisa terserap di pabrikan yang ada di Jatim.

“ Jangan sampai ada sisa di bawah karena jika ada tembakau yang tak terserap akan rendah harganya,”ungkap anggota DPRD Jatim Subianto saat dikonfirmasi di Surabaya, Rabu (4/9/2019).

Politisi asal Partai Demokrat ini mengatakan sudah saatnya Dinas Perkebunan Jatim memikirkan urusan tembakau Madura di sector hilir baru kemudian ke hulu.” Kalau di sector hilir terkendalikan maka petani akan sejahtera dan tentunya jika petani sejahtera maka angka kemiskinan di Jatim akan berkurang,”sambungnya.

Ditambahkan oleh pria asal kediri ini, Dinas Perkebunan Jatim harus maksimal mencarikan pabrikan agar mau menyerap tembakau asal Madura. “ Dinas Perkebunan Jatim harus mampu mendorong pabrikan-pabrikan untuk menambah kuotanya terhadap tembakau Madura. Jika pabrikan di Jatim sudah tak mampu menambah kuotanya, tentunya bisa merambah di pabrikan lainnya di luar Jatim,”tandasnya.

Sebelumnya, dari data Pemkab Sumenep Madura, produksi tembakau rajangan tahun 2019 mencapai 8600 ton. Besaran jumlah tersebut diperoleh dari luas area tanaman tembakau 14.337 Ha atau 67 persen dari ploteng area tembakau tahun 2019 sebanyak 21.893 Ha.

Di Sumenep sendiri, hanya ada dua pabrikan yang mampu menyerap tembakau rajangan tersebut antara lain PT Gudang Garam yang memiliki target penyerapan 2.200 ton dan PT Kahuripan  dengan kemampuan serapan mencapai 3000 ton.

Jika dilihat luasan tanaman tembakau di Sumenep mencapai 14.337 Ha dan jumlah serapan dua pabrikan tersebut, dan kemampuan produksi tembakau petani mencapai 8.600 ton,maka tak semua tembakau petani Madura tak bisa diserap secara maksimal. (Yudhie)