Tingkatkan Keterampilan Siswa, DPRD Jatim Dukung MoU Dindik Jatim Dan Kementerian Perekonomian

Surabaya: Wakil ketua DPRD Jatim Achmad Iskandar mengatakan pihaknya memberikan apresiasi MoU antara Dinas Pendidikan Jatim dengan Kementerian Perekonomian untuk perumusan kurikulum Pendidikan di tingkat SMK di bidang industry dan teknologi.

“Kami berharap dengan adanya kerjasama ini diharapkan potensi kekayaan alam suatu daerah dapat terangkat,”ungkapnya saat dikonfirmasi di Surabaya, Rabu (21/8/2019).

Dikatakan oleh politisi asal Partai Demokrat ini dengan adanya kerja sama tersebut nantinya  dalam perumusan kurikulum karena tidak ada lagi batasan-batasan pagar kurikulum untuk pilot project. "Jadi, tidak boleh dibatasi karena kurikulum ini didesain oleh industri," jelas pria asal Sumenep Madura ini.

Ditambahkan oleh Achmad Iskandar, diharapkan dengan adanya kurikulum disektor industry ini bisa meningkatkan ketrampilan siswa SMK tersebut.” Nantinya lulusan dari SMK ini bisa terlatih dan siap kerja sesuai keterampilannya,”tutupnya.

Sebelumnya, Plt Kadindik Jatim Hudiyono mengatakan ada empat sekolah di Jatim ditingkat SMK menjadi pilot project antara Dindik Jatim dengan Kemenko Perekonomian.

Empat sekolah itu yakni, SMK Migas Bojonegoro, SMK Muhhamadiyah malang, SMKN 4 Malang, SMKN 11 Malang. Jatim atim pun dipastikan mendapatkan kuota tambahan dari Kementerian untuk pilot projectnya.

 "Yang didapat dari MoU ini adalah penguatan potensi wisdom lokal daerah. Jadi, kalau di minyak tolong pelajar yang di Bojonegoro bisa tahu apa itu sumber minyak. Jangan sampi mereka belajar di sekolah tidak tahu sumber minyak dan kualitas pengolahan minyak," beber Hudiyono. (Try)