Vera Wijaya, Ibu 3 Anak Sebut Tertipu Kuasa Hukumnya Sendiri, Kok Bisa?

Surabaya, kabarkini.co : Vera Wijaya (44), janda dengan 3 orang ini tak dapat membendung tangisnya saat mengkisahkan pengalamannya yang teramat pahit. Wanita asal Surabaya itu sesekali sesenggukan sambil mengusap air mata saat menceritakan pengalamannya berseteru dengan kuasa hukumnya, Albert Riyadi.

Vera mengaku, telah digugat oleh mantan pengacaranya sendiri. Gugatan yang dilayangkan adalah dalam Perkara Gugatan Sederhana. Perkaranya pun sepele, hanya gara-gara ucapan yang menurutnya sudah sesuai fakta

"Kamu calon Pendeta, dipecat Peradi, makan uang saya," kata Vera saat menirukan perkataannya ke Albert dihadapan awak media, Selasa (19/10/2021).

Vera mengaku, gugatan itu telah diputus hakim tunggal Pengadilan Negeri (PN) Surabaya dengan Nomor 55/Pdt.GS/2021, tanggal 8 Oktober 2021. Tangisnya kembali pecah sembari mengungkapkan bahwa ia diharuskan membayar uang ganti rugi senilai Rp 500 juta.

Sebab, ia mengaku tak memiliki uang seperti yang diputus oleh hakim PN Surabaya itu. "Jangankan Rp 500 juta, Rp 5 juta saja saya tidak punya sekarang," bebernya.

Selama menangani perkara, Vera mengaku telah membayar Albert total Rp 900 juta. Semuanya dibayar dengan uang yang disebut telah didapat dari hasil meminjam dari rekan dan sejawatnya.

"Itu (total biaya) belum kalau ketemu minta makan di restoran," imbuhnya, lalu sesenggukan.

Lantas, Vera menceritakan awal mula pertemuannya kala itu ketika menggunakan jasa Albert untuk menangani 3 perkara, pun dengan harta gono-gini. Dalam perjalanan kasusnya, hubungan Vera dengan Albert kian terkikis ketika meminjam uang yang kala itu diklaim secara pribadi senilai Rp 50 juta. Alasannya, untuk melakukan renovasi rumahnya di kawasan Surabaya Barat.

Meski tak memiliki uang, Vera mengaku berupaya untuk meminjam rekannya. Ketika proses pencairan, uang itu langsung diambil oleh Albert di depan teller bank dan tak memberikan tanda bukti berupa kuitansi, perjanjian, atau hal serupa lainnya.

"Langsung diambil (uangnya), katanya tergesa-gesa,"

Ketika ditagih, Vera dan Albert malah terlibat cekcok. Karena emosi, ia mengakui terpaksa mengucapkan kalimat tersebut.

"Saya diajak bertengkar sambil security (diminta) merekam," tandasnya.

Sementara itu, kuasa hukum Vera, GW. Thony membenarkan perihal kliennya tersebut. Meski begitu, ia mengaku telah sudah menyampaikan memori keberatan ihwal Putusan PN Surabaya Nomor 55/Pdt.GS/2021, tanggal 8 Oktober 2021. Ia merasa, putusan itu layak dibatalkan.

"Apakah tindakan tergugat berteriak-teriak dengan kata-kata 'Kamu Dipecat Peradi. Calon pendeta, makan uang saya' di depan rumah merupakan tindakan melawan hukum? padahal itu kan fakta, ada bukti-buktinya," pungkasnya.

Meksi sedang terbakar amarah ketika menagih utang, namun ucapan Vera diklaim bukanlah fitnah dan pencemaran nama baik. Alasannya, Albert memang berstatus pemberhentian tetap dari organisasi advokat Peradi.

"Saya rasa, tidak lebih dari 5 kasus klien yang digugat pengacaranya sendiri, termasuk ini (kliennya). Tidak lebih dari 10 anggota Peradi yang diberhentikan secara tetap," katanya.

Pun dengan ucapan 'calon pendeta, makan uang saya', yang menurutnya Albert memang berstatus sebagai calon pendeta yang masih menyandang status sebagai mahasiswa pasca sarjana teologi. Artinya, apa yang disampaikan adalah wajar dengan harapan baik, jujur, dan agar yang bersangkutan menjalankan kuasa dengan baik.

"Wajar jika klien saya berucap seperti itu," pungkasnya.

Terpisah, Albert Riyadi menepis apa yang disampaikan vera terkait kehadirannya dalam sidang. Ketika dikonfirmasi, ia merasa selalu hadir dalam setiap sidang di PN Kepanjen. Bahkan, tanpa dibayar Vera sekali pun.

Tapi, ketika berada di PN Malang, lawan yang menggugat Vera telah mencabut gugatannya. Albert mengaku juga telah menerima upah dari Vera terkait perkara itu.

"Saya hadir di persidangan lawan saya ketakutan. Sidang pertama langsung cabut gugatannya," jelasnya.

Ihwal perkataan Vera yang menyebut dirinya 'pecatan Peradi', Albert mengaku putusan dewan kehormatan Peradi Jatim sudah dianulir oleh putusan dari PN Surakarta. "Sudah ada putusan PN (Surakarta), yang mana putusan DK (Dewan Kehormatan) Peradi batal demi hukum," bebernya.

Lalu, terkait perkataan Vera yang mengatakan bahwa dirinya sebagai calon pendeta yang memakan uangnya Rp 50 juta, ia pun menampiknya. Menurutnya, uang tersebut bukanlah utang, tapi uang muka untuk perkara PKPU mantan suaminya.

Meski Vera membatalkan, sambung Albert, tapi uang Rp 50 juta yang dibawanya dan diklaim sebagai uang muka itu tak bisa dikembalikan. Kemudian, untuk perkara di PN Surakarta, ia mengaku tak menerima fee dari Vera dalam bentuk apapun. (K3)