Virus Corona Merebak, Pemerintah Diminta Tak Putus Hubungan Perdagangan Dengan China

Surabaya kabarkini.co: Pemerintah diminta tak menutup diri terhadap perdagangan dengan negeri China. Meski negara tersebut saat ini sedang diserang virus wabah Corona yang terjadi di salah satu propinsi negara tersebut yaitu Wuhan.

Anggota Komisi B DPRD Jatim Daniel Rohi mengatakan perdagangan dengan negara tirai bambu tetap harus dilakukan dan terbuka.” Kalau tetangga kita berduka jangan sampai menutup pintu untuk mereka,”ungkapnya di Surabaya, Kamis (6/2/2020).

Politisi asal PDI Perjuangan ini mengatakan seharusnya pemerintah menunjukkan simpati dan empati terhadap negara China yang sedang mengalami musibah virus corona.

“China itu luas bukan hanya Wuhan saja. Kalau dibatasi hanya Wuhan saja, sedangkan daerah lain tentunya juga jangan dibatasi. Di China banyak propinsi-propinsi lainnya selain Wuhan. Ini harus dipahami oleh pemerintah,”sambungnya.

Pria yang berlatar belakang pendidik  ini mengungkapkan pihaknya juga tak yakin pemerintah China menginginkan warganya sakit corona.” Kami minta pemerintah jangan menutup semuanya untuk China. Perdagangan tidak memandang suku dan agama bahkan tak mengenal penyakit,”jelasnya.

Hanya saja, kata Daniel, meski demikian perlu ditingkatkan kewaspadaan akan masuknya virus Corona tersebut.”Yang terpenting kerjasama perdagangan tetap dilakukan tapi waspada terhadap corona tetap ditingkatkan,”tutupnya.

Pemerintah Indonesia mengambil langkah antisipasi dalam mencegah penyebaran virus Korona di tanah air. Hal tersebut bersangkutan dengan dilakukannya penghentian impor beberapa jenis produk dari China.(try)