WALANTARA: Musim Pandemik Tumbuhan Herbal Kapulogo Punya Peluang Dipasarkan

BANYUWANGI, kabarkini.co – Musim pandemik masih berlangsung. Tampaknya beberapa penggiat tani melihat adanya peluang. Selain bisa bermanfaat bagi manusia sebagai minuman berkhasiat juga memiliki harga jual yang diharapkan mampu menembus pasar. Kapulogo, jenis rempah yang satu ini juga tidak asing bagi penikmat minuman herbal, selain Jahe Merah.

Seperti disampaikan Ketua DPD (Dewan Pimpinan Daerah) Wahana Lingkungan Alam Nusantara "Walantara" Kabupaten Banyuwangi, Prasetyo, S.H mengatakan, ia bersama anggota kelompok tani yang berada di wilayah Glenmore hingga Kalibaru, Kabupaten Banyuwangi terus secara bertahap melakukan penanaman tanaman bibit rempah.

Sepertihalnya, Bibit merica perdu dan jenis panjat, Jahe merah organik, Kapilogo dan sejumlah jenis tanaman bibit lainnya seperti bibit minyak kayu putih.

"Dalam satu bulan kedepan kita akan melakukan penanaman bibit kapulogo sekitar 5000 bibit dan pada tahun ini diupayakan maksimal 10 ribu pohon kapulogo sudah tertanam," ujarnya.

Selain itu, dalam melakukan penanaman bisa dilakukan dengan memanfaatkan lahan pekarangan rumah, ditanam dengan sistim polybag ataupun ditanam dilahan kebun atau persawahan.

Menurutnya, penanaman bibit kapulogo hingga saat ini ditanam dengan menggunakan pupuk organik tanpa menggunakan kimia. Sehingga, diharap kedepan hasil buah yang  dipanen nanti bisa digunakan sebagai obat herbal. "Sekarang ini kita tengah mempersiapkan penanaman untuk dijadikan sebagai sentra percontohan yang berada di lokasi sidomakmur, Glenmore," Ungkapnya.(tyo)