Gus Ipul: Ratusan Miliar Dikucurkan Demi Benahi Madrasah Diniyah

SURABAYA - Sebagai calon gubernur Jawa Timur dengan latar belakang pesantren yang kuat, Saifullah Yusuf yang akrab disapa Gus Ipul menjadikan pendidikan madrasah diniyah (madin) sebagai salah satu prioritas utama dalam program-programnya.

Bahkan, keberpihakan pada pendidikan akhlak (moral) sudah dia tunjukkan selama hampir 10 tahun mendampingi Gubernur Jatim Soekarwo. Duet Pakde Karwo-Gus Ipul selama dua periode memimpin Jatim berhasil menyalurkan ratusan miliar dana pendidikan pada madin-madin di berbagai pelosok-pelosok Jatim.

“Ini semua demi memperkuat pendidikan anak-anak kita,” kata Gus Ipul saat hadir di Walimatul ‘Ursy pernikahan putra KH Abd Muhaimin Abd Bari dengan putri KH. Muhammad Abd Bari, di Injelan, Sampang, Rabu (14/2/2018) malam.

Ikut hadir dalam acara tersebut, KH Aliyudin Abd Bari, KH Mutammam Abd Bari, KH Moch Kholil As’ad, KH Zainuri Sufyan, KH Moch. Tamim, dan KH. Zakki Abdulloh.

Gus Ipul mengatakan, pendidikan akidah dan akhlak adalah yang utama. Apabila keduanya baik, maka syariatnya akan baik. Jika keimanan pada Allah sama baiknya dengan akhlak, maka dalam tindakan dalam kehidupan sehari-hari akan sama baiknya. “Kalau akidah dan akhlak beres, syariatnya pasti juga baik,” katanya.

Komitmen terhadap pendidikan madin itu bukan tanpa sebab. Saat dilantik menjadi wakil gubernur mendampingi Pakde Karwo, Gus Ipul mendapat pesan dari para kiai. “Tolong perkuat pendidikan agama anak-anak kita. Tidak bisa kalau hanya mengandalkan sekolah umum yang cuma 3-4 jam seminggu,” kata Gus Ipul menirukan para kiai.

Karena itu, Gus Ipul tak akan pernah menganaktirikan madin. Begitu pula dalam pencalonannya sebagai calon gubernur Jatim bersama calon wakil gubernur Puti Guntur Soekarno. Madin akan kembali menjadi prioritas utama. Bahkan dibuatkan nama program khusus. Yakni, Madin Plus.

Kata “plus” dibubuhkan di belakang madin karena program tersebut sudah dijalankan sebelumnya. Selama dua periode bersama Pakde Karwo, Gus Ipul sudah mengucurkan Bantuan Operasional Sekolah Daerah Madrasah Diniyah (Bosda Madin) dan beasiswa bagi hafidz/hafidzoh. “Kami akan lanjutkan dan tingkatkan dengan program Madin Plus,” katanya.

Melalui program Madin Plus, Gus Ipul-Mbak Puti akan memperluas jangkauan penerima dan memasukkannya sebagai bantuan keuangan yang bisa diberikan secara rutin setiap tahun. “Ini bagian dari meneruskan warisan dan pesan para ulama dan kiai,” pungkas ketua PBNU ini. (pun)