8 Warga Sukarela Bayar Rp5 Juta untuk Pembangunan pasar Bumdes? Sugi: Ini namanya keputusan sepihak

Surat Pernyataan

Banyuwangi, kabarkini.co - Garis sempadan yang dimaksud diatur dalam peraturan pemerintah nomor 38 tahun 2011 tentang Sungai pasal 5 sampai dengan pasal 17 yaitu 0-20 meter dari bibir sungai atau sempadan dilarang untuk dibangun (PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 38 TAHUN 2011 TENTANG SUNGAI, 2011).

Tanah sempadan sungai di bangun Ruko untuk pasar Bumdes sudah mencapai 80%. Bangunan tersebut di bagi menjadi delapan petak ruko "namun ada satu ruko yang dibangun permanen,tujuh petak ruko semi permanen, kontruksi baja ringan atap asbes ". Kamis 31 Maret 2022.

Ketua Bumdes (Eko) berucap, Saya kesini mau meminta surat pernyataan terkait bangunan ruko pasar Bumdes, karena dari delapan pengguna ruko,tujuh orang sudah membuat surat pernyataan tinggal anda yang belum, saya harap anda segera membuat surat pernyataan ,kata Eko kepada Sugi, dirumahnya.

Lanjut Eko, menyampaikan bahwa mereka tujuh orang selaku pengguna lapak sudah membuat surat pernyataan seperti berikut,"adapun uang 5 juta yang saya serahkan secara sukarela kepada Bumdes Desa'Sumberbulu." dengan tujuan untuk membantu pembangunan pasar Bumdes, yang di bangun di sempadan sungai Desa Sumberbulu.

"Apabila tanah sempadan sungai dikemudian hari di butuhkan oleh negara,mereka selaku pengguna lapak pasar menerima dan tidak meminta ganti rugi, imbuhnya".

Sugi bertanya. Surat pernyataan seperti apa itu ? Jawab Eko, seperti yang lain diantaranya tujuh orang itu. Disaat membuat surat pernyataan,apakah sudah koordinasi dengan 8 anggota ? Jawab Eko,Sudah mas. Tapi saya kok tidak diberi tau, tiba tiba muncul surat pernyataan seperti itu aneh ya ? kata Sugi.

Waduh..!! saya tidak setuju kalau surat pernyataan harus sama seperti itu
" Ini namanya keputusan sepihak tanpa koordinasi terlebih dahulu, diduga ada pengondisian disitu, pada dasarnya orang membuat surat pernyataan itu harus keluar dari hati nuraninya masing masing sesuai maksud dan tujuan. " terangnya.

"Namanya sukarela itu tidak menyebut nominal, kita memberi sukarela itu semampu kita secara ikhlas. Dan tidak mengharap imbalan apapun. Lantas, mengenai sering kerjasama antara pengguna lapak dan Bumdes seperti apa?

Kenapa salah satu ruko dibangun permanen ? Apakah nantinya tidak menimbulkan kecemburuan di antara ruko lainnya? Nanti kita bahas, kata Eko.

Tambah Eko, kalau anda keberatan saya siap mengembalikan uang anda (uang sampean mas), Silahkan anda membuat surat pernyataan sesuai kemauan anda sendiri, katanya.

Ditempat yang sama Marsudi (sebagai saksi) juga mengatakan, Yang menjadi pokok bahasa adalah "uang Lima Juta diserahkan secara sukarela itu yang salah," pungkasnya. gpsh/tim