Ajukan Tambahan Modal Rp 200 M, DPRD Jatim Kecewa Kinerja PT Jamkrida

Kabarkini.co: DPRD Jatim mempertanyakan ke Pemprov Jatim terkait kinerja dari salah satu BUMD nya yaitu PT Jamkrida (Penjaminan Kredit Daerah) yang sampai saat ini belum menunjukkan hasil yang maksimal terlebih fungsinya sebagai BUMD.

Menurut anggota FPPP DPRD Jatim H. Fauzan mengatakan BUMD PT Jamkrida tersebut belum maksimal dalam pengelolaan manajemennya sehingga belum ada pemasukan sama sekali selama berdiri bagi APBD Jatim.

“ Mulai didirikan tidak menunjukkan perkembangan yang signifikan. Apalagi akan ada penambahan penyertaan modal pada tahun anggaran 2019 sebesar Rp 200 M. Kami minta Pemprov perhatikan ini dengan serius,”ungkap Pria asal Banyuwangi ini, Sabtu (6/10).

Fauzan mengatakan  pada prinsipnya pihaknya menyetujui kebijakan Pemprov terhadap penjaminan resiko bagi sector usaha Mikro Kecil dan Menengah yang tidak memenuhi persyaratan perbankan sehingga diperlukan penguatan pembiayaan melalui penempatan modal.

” Namun bagaimanapun juga harus jelas bagaimana penguatanpembiayaan melalui penempatan modal tersebut. Pemprov harus menjelaskan hal tersebut kepada kami,”sambungnya.

Fauzan mengatakan pihaknya mempertanyakan penambahan penyertaan modal PT Jamkrida tersebut, mengingat kinerjanya mulai berdiri hingga saat ini tak memberikan kontribusi bagi APBD Jatim.

“ Kami mau sejauh mana PT Jamkrida ini ketidak leluasan dalam pengembangan usahanya, pengembangan produk bisnis baru apa dan sejauh mana kapasitas penjaminan yang akan dilakukan khususnya pada UMKM/UKM di Jatim. Selama ini tak jelas semua, kok tiba-tiba ada muncul penambahan penyertaan modal dari PT Jamkrida,”jelasnya. (yudhi)