Banda Aceh,Kabarkini.co– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk wilayah Aceh. Peringatan tersebut disampaikan melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh, tertanggal 10 April 2026.
Dalam surat resmi yang ditujukan kepada Gubernur Aceh, BMKG mengungkap adanya gangguan atmosfer berupa pola siklonik yang memicu terbentuknya belokan angin (shearline) serta konvergensi di wilayah Aceh. Kondisi ini dinilai mampu meningkatkan pertumbuhan awan hujan secara signifikan.
BMKG memprakirakan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang. Situasi ini berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, serta angin kencang di sejumlah daerah.
Berdasarkan hasil pemantauan prakiraan angin pada lapisan 3.000 kaki, area shearline dan konvergensi terdeteksi melintasi wilayah Aceh, sehingga meningkatkan peluang terjadinya cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan.
Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Iskandar Muda, Nasrol Adil, mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan serta kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.
BMKG juga meminta masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca terbaru serta mengikuti arahan dari pemerintah daerah guna meminimalisir risiko yang ditimbulkan akibat cuaca ekstrem tersebut.



