Ekspor Aceh Melonjak 35,84 Persen.Batu Bara Dominasi Lebih dari 60 Persen.

Komoditas utama penyumbang ekspor Aceh masih didominasi oleh batubara dengan nilai US$39,40 juta atau sekitar 60,96 persen dari total ekspor.

Banda Aceh,KabarKini.co – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh melaporkan kinerja ekspor Aceh menunjukkan tren positif pada Februari 2026. Nilai ekspor tercatat mencapai US$64,64 juta atau naik 35,84 persen dibandingkan Januari 2026.

Secara tahunan (year-on-year), ekspor Aceh juga mengalami peningkatan sebesar 19,82 persen dibandingkan Februari 2025.

Komoditas utama penyumbang ekspor Aceh masih didominasi oleh batubara dengan nilai US$39,40 juta atau sekitar 60,96 persen dari total ekspor. Selain itu, lemak dan minyak nabati (CPO) menyumbang US$12,47 juta (19,29 persen), diikuti kopi dan rempah – rempah sebesar US$9,24 juta (14,29 persen).

Dari sisi negara tujuan, India menjadi pasar utama ekspor Aceh dengan nilai mencapai US$51,02 juta atau 78,93 persen dari total ekspor. Disusul Amerika Serikat sebesar US$3,73 juta dan Thailand sebesar US$2,44 juta.

Sementara itu, nilai impor Aceh pada Februari 2026 tercatat sebesar US$43,86 juta, meningkat 47,57 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Namun secara tahunan, impor justru turun 40,04 persen dibandingkan Februari 2025.

Komoditas impor terbesar didominasi oleh gas propana dan butana yang mencapai US$42,64 juta atau sekitar 97,21 persen dari total impor.

Dengan capaian tersebut, neraca perdagangan luar negeri Aceh pada Februari 2026 mencatat surplus sebesar US$20,77 juta. Surplus ini didorong oleh nilai ekspor yang lebih tinggi dibandingkan impor.

BPS menilai surplus neraca perdagangan ini menjadi indikator positif bagi perekonomian Aceh, meskipun masih terdapat ketergantungan pada komoditas utama seperti batubara dan energi.