Jakarta ,KabarKini.Co – Kapolri Listyo Sigit Prabowo memerintahkan tes urine serentak terhadap seluruh personel Polri di Indonesia. Langkah ini diambil di tengah masih ditemukannya anggota yang terlibat kasus narkoba sebuah ironi di institusi yang menjadi garda terdepan pemberantasan narkotika.
Perintah tersebut disampaikan melalui Karo Penmas Divhumas Polri, Trunoyudo Wisnu Andiko, di Mabes Polri, Kamis (19/2/2026). Ia menegaskan pemeriksaan akan dilakukan serentak di seluruh jajaran, dari Mabes hingga satuan kewilayahan.
“Berdasarkan perintah Kapolri, Divpropam Polri dan jajaran akan melaksanakan pemeriksaan urine di seluruh wilayah secara serentak,” ujar Trunoyudo.
BACA JUGA : Dipecat Tidak Hormat, Eks Kapolres Bima Kota Terbukti Terlibat Narkoba
Tes urine ini bukan sekadar rutinitas administratif. Kebijakan tersebut disebut sebagai bentuk komitmen tegas pimpinan Polri untuk membersihkan internal dan memastikan tidak ada toleransi terhadap penyalahgunaan narkotika di tubuh kepolisian.
Menurut Trunoyudo, pengawasan akan dilakukan berlapis, melibatkan fungsi pengawas internal maupun eksternal, guna mencegah praktik “main aman” dan memastikan hasil pemeriksaan kredibel.
Langkah ini juga dikaitkan dengan agenda nasional pemberantasan narkoba yang menjadi bagian dari program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah menempatkan perang terhadap narkotika sebagai isu strategis yang menyangkut masa depan generasi bangsa.
“Polri tidak akan berhenti memerangi narkoba sebagai kejahatan luar biasa yang merusak masa depan bangsa,” tegasnya.
Namun publik akan menanti lebih dari sekadar tes. Transparansi hasil, sanksi tegas bagi pelanggar, dan konsistensi penindakan menjadi ujian nyata bagi komitmen bersih-bersih internal tersebut.
Tes urine serentak ini menjadi momentum bagi Polri untuk membuktikan bahwa perang terhadap narkoba dimulai dari dalam tubuhnya sendiri—demi menjaga integritas dan memulihkan kepercayaan publik.(**)




Komentar