Komisi VI DPR Soroti Dampak Proyek Tol Trans Sumatera Terhadap UMKM

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI menjelaskan, keberadaan jalan tol menyebabkan penurunan lalu lintas kendaraan di jalur non-tol yang sebelumnya menjadi sumber utama konsumen bagi UMKM.

Jakarta, Kabarkini.co – Komisi VI DPR RI saat ini sedang melakukan Kunjungan Kerja Spesifik  untuk melakukan Evaluasi Proyek Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) di Kota Jambi.

Salah satu hal yang menjadi sorotan dalam kunjungan kerja ini adalah dampak proyek terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya yang berada di jalur non-tol.

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Adisatrya menyampaikan salah satu yang menjadi diskusi para anggota Komisi VI DPR RI dalam progres pembangunan tol Trans Sumatera adalah terkait dengan dampak kepada UMKM.

“Nah tentunya tadi ada anggota dari Sumatera Utara yang menyampaikan tol di Sumatera Utara itu sangat berdampak terhadap penjualan UMKM,” ujar Adisatrya sebagaimana dikutip dari laman DPR, Jumat (10/4/2026).

Ia menjelaskan, keberadaan jalan tol menyebabkan penurunan lalu lintas kendaraan di jalur non-tol yang sebelumnya menjadi sumber utama konsumen bagi UMKM.

“Jalan non-tol sebelumnya dilintasi oleh banyak mobil, bus, dan sebagainya tapi dengan adanya tol itu sangat berkurang. Nah pengalaman ini yang harus diawasi oleh Provinsi Jambi, karena kita hadir di sini hari ini, jangan sampai ini terjadi,” lanjutnya.

Meski demikian, Ia mengakui bahwa pembangunan tol tetap membawa dampak positif, terutama dalam meningkatkan konektivitas dan mempercepat distribusi logistik di Pulau Sumatera. Hal ini menjadi perhatian utama karena dengan adanya tol konektivitas untuk di Pulau Sumatera akan lebih baik, jalur untuk logistik akan lebih cepat.

Adisatrya menambahkan, usulan untuk mengakomodasi UMKM di rest area tol perlu dipertimbangkan, meski memiliki keterbatasan. Hal ini dikarenakan rest area tentunya tidak bisa menampung semua UMKM, jadi ini tetap akan menjadi perhatian Komisi VI DPR RI, pemerintah setemoat dan juga BUMN Karya.