Korupsi Tanah Kas Desa, Oknum Tokoh Masyarakat Disidang dan Ditahan

Surabaya, kabarkini.co - Seorang oknum tokoh masyarakat di kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan, harus menjalani sidang di pengadilan tindak pidana korupsi Surabaya, karena dugaan korupsi tanah kas desa di desa Bulusari kecamatan Bangil Pasuruan.

Sidang perdana di pengadilan Tipikor Surabaya ini, dengan agenda mendengarkan surat dakwaan JPU (Jaksa Penuntut Umum).

Terdakwa memanfaatkan TKD dengan dalih untuk pembangunan perumahan prajurit,dan melakukan pengerukan hingga volume belasan ribu meter kubik.

Kegiatan pengerukan TKD awalnya dengan dalih untuk pengurukan tanah desa, namun tanah urukan tersebut ternyata dijual. Perbuatan terdakwa mengakibatkan kerugian negara, hingga mencapai Rp. 3,1 miliar.

Penyelewengan TKD itu dilakukan periode 2014 hingga 2016, dan baru terendus jaksa tahun 2017. Selain Samut, dua orang sudah divonis bersalah atas kasus sama. Mereka adalah eks kades bulusari, Yudono, dan eks ketua BPD bulusari Bambang Nuryanto.

'Terdakwa dinilai bersalah melanggar hukum, memainkan tanah kas desa seluas 4,6 hektare untuk kegiatan menguntungkan diri sendiri", terang JPU Dimas Rangga Ahimsa.

Seusai menjalani persidangan, terdakwa samut yang semula tahanan kota, langsung ditahan, di lapas klas II b bangil kabupaten Pasuruan. Penahanan dilakukan agar terdakwa tidak melarikan diri, atau menghilangkan barang bukti. (K3)