Ngaji Bisnis, Sandiaga Uno Ajak Masyarakat Jadi Pengusaha

Kabarkini.co - Pengusaha muda Sandiaga Uno mengingatkan masyarakat, khususnya pengusaha agar jangan berpikir masuk dunia politik. Sebab, politik itu menyesatkan dan memabokkan.

 

"Cukup saya dan Gus Ipul (Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf, red) saja yang sudah terlanjur terjun ke dunia politik," katanya pada acara "Ngaji Bisnis" Bareng Sandiaga Uno di halaman Masjid Al Akbar Surabaya, Minggu (11/6).

 

Menurutnya, ada tiga hal yang perlu diperhatikan antara politik dan bisnis Pertama, masalah loyalitas. Di politik, loyalitasnya beda 180 derajat dengan usaha. Di bisnis loyalitas adalah segala-galanya.

 

"Di bisnis, dituntut harus loyal dengan pimpinan, direksi dan manajemen. Kalau loyal, maka karier bagus. Sebaliknya, di politik loyalitas tak dipikirkan. Dulu ada calon yang masuk partai ke luar partai, lalu maju independen dan masuk lagi ke partai," ujarnya.

 

Kedua, lanjutnya, yaitu resiko. Di bisnis setengah mati berusaha untuk mengurangi resiko. Kalau bisa resikonya nol. "Di politik ketidakpastian. Semakin tinggi resiko semakin tidak pasti. Apalagi menungu rekom," ucapnya sambil tertawa.

 

Hal ketiga, yaitu janji. "Janji politikus yang baik harus direalisasikan. Tapi, kalau bisnis janji mesti ditagih. Kalau di politik janji A bisa jadi M, makan malam lagi bisa berubah jadi Z," paparnya.

 

Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih ini pun memberikan tips untuk bisa menjadi pengusaha sukses. Ada tiga pilar yang perlu diperhatikan oleh pengusaha muda. Pertama, punya niat.

 

"Niat harus diluruskan. Hampir semua pengusaha sukses membangun usaha untuk memberikan solusi. Pengusaha yang sukses harus bisa memberikan solusi agar usahanya bisa berjalan lancar dan sukses," paparnya.

 

Pilar kedua, lanjutnya, yaitu pelatihan dan monitoring. Ketiga, akses permodalan. "Harus punya modal yang cukup. Tugasnya pemprov untum memberikan kemudahan permodalan ini, tak bebani bisnis dan menyiapkan lahan usaha. Usaha dibangun tidak instans, tapi dengan kegigigihan," jelasnya.

 

Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf beda pendapat dengan Sandiaga. Menurut Gus Ipul, sapaan akrabnya, di politik dituntut harus loyalitas. Kalau tidak loyal, tak akan bertahan lama terjun di politik.

 

"Bisa bangkrut nanti. Karena itu, jadi politisi itu dipercaya. Kalau tidak kaya, maka salah satu modal adalah kepercayaan," tandasnya.

 

Yang kedua, lanjutnya, yaitu resiko. Di politik, resiko yang dihadapi memang tidak terukur. Maka, jangan kaget bagi politikus yang masih baru. Karena itu, jangan setengah-setengah kalau jadi politisi.

 

"Sama dengan kota yang sudah dirancang jadi perdagangan. Setelah ganti pemimpin, nanti kotanya akan dirubah menjadi pariwisata. Akhirnya tidak jadi semua," jelasnya.

 

Gus Ipul juga kurang sependapat menjadi pengusaha harus punya kantor dan modal besar. "Jadi pengusaha tak perlu punya kantor dan modal besar. Rumah bisa dijadikan kantor dan modal bisa diawali dari modal kecil-kecilan," katanya. (Bmw)