PDIP Jatim Bantah Red Army Organisasi Baru Milik PDIP

PDIP Jatim Bantah Red Army Organisasi Baru Milik PDIP

Kabarkini.co:DPD PDIP Jatim membantah sosok mantan Walikota Malang Peni Suparto masih menjadi kader PDIP Perjuangan. Sekretaris DPD PDIP Jatim Sri Untari mengatakan kalau Peni Suparto sudah bukan lagi kader atau simpatisan bahkan pengurus PDIP di Malang atau di Jatim. Pasalnya yang bersangkutan telah dipecat oleh DPP PDIP.

”Saudara Peni Suparto memang dulu adalah kader PDIP. Namun, karena tahun 2013 lalu melawan keputusan partai dalam Pilwali Malang, maka DPP PDIP mengeluarkan surat pemecatan terhadap yang bersangkutan,”jelas wanita yang juga Ketua FPDIP DPRD Jatim ini saat ditemui di Surabaya, sabtu (8/7).

Sri Untari mengatakan sebenarnya Peni Suparto pernah mengajukan surat rehabilitasi ke DPP PDIP agar kembali menjadi kader PDIP.”Namun, DPP PDIP menolak pengajuan tersebut,”sambungnya.

Ditambahkan oleh wanita yang juga tokoh koperasi Malang ini, dengan dipecatnya Peni Suparto tersebut maka apa yang dilakukan oleh Peni Suparto di dunia politik atau lainnya berkaitan dengan publik bukan perwujudan dari PDIP. ” Apapun yang dilakukan yang bersangkutan sudah tidak ada kaitannya dengan PDIP. Jadi apa yang dilakukan saudar Peni Suparto terkait politik atau hal-hal lainnya yang berkaitan dengan publik bukan lagi perwujudan dari kader PDIP,”tandasnya.

Bantahan Sri Untari ini sekaligus membantah adanya kabar kalau Red Army merupakan salah satu organ bentukan baru dari PDIP.

Sekedar diketahui, beberapa waktu belakangan ini warga Malang dihebohkan dengan munculnya banner atau baliho bertuliskan Red Army.  Red Army dengan satu bintang dan latar belakang merah itu tampil di baliho ucapan selamat lebaran dari mantan Wali Kota Malang, Peni Suparto.

Dalam baliho itu terpasang jelas gambar Peni Suparto. Di bagian atas tertulis Red Army di bawah lambang bintang. Kemudian terdapat tulisan 'Tegakan Pancasila, Kokohkan NKRI'. Di bagian paling bawah tertulis 'Kerukunan Nasional Lahir dan Batin'.

Kemunculan tulisan Red Army membuat resah masyarakat. Mereka mengkaitkan Red Army dengan isu komunis. Apalagi Red Army identik dengan tentara merah milik Uni Soviet dan Republik Rakyat China.

Komunitas Red Army sendiri dibentuk sebagai Tim Pemenangan Heri Puji Utami Istri dari Peni Suparto yang mencalonkan diri sebagai Walikota Malang melalui Partai Golkar periode 2013-2018. (yudhie)