Jakarta, Kabarkini. co – Pemerintah meluncurkan Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) 2025 sebagai instrumen baru untuk mengukur sekaligus mendorong kinerja ekonomi daerah. Peluncuran yang digelar di Jakarta ini disebut sebagai langkah strategis untuk memperkuat fondasi pertumbuhan nasional tahun 2026.
Mengutip siaran pers Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), indeks tersebut dirancang untuk memperkuat peran daerah sebagai pengungkit daya saing nasional yang produktif dan inklusif, sejalan dengan arah pembangunan nasional 2026.
Deputi Bidang Kebijakan Riset dan Inovasi BRIN, Boediastoeti Ontowirjo, mengatakan daya saing nasional pada dasarnya merupakan akumulasi dari kinerja daerah.
“Dalam sistem ekonomi yang terdesentralisasi, kinerja nasional sesungguhnya adalah agregasi dari kinerja provinsi dan kabupaten/kota. Karena itu, penguatan produktivitas dan inovasi di tingkat daerah menjadi sangat krusial,” ujarnya, seperti dikutip dalam siaran pers tersebut.
Instrumen berbasis data
Dalam keterangan resminya, BRIN menjelaskan bahwa IDSD 2025 dirancang sebagai alat ukur komprehensif berbasis data yang memetakan kapasitas dan kesiapan daerah dalam bersaing. Indeks ini tidak hanya menilai keunggulan komparatif seperti sumber daya alam atau letak geografis—tetapi juga mendorong pembentukan keunggulan kompetitif melalui kebijakan yang tepat sasaran.
Beberapa indikator yang dinilai mencakup kualitas sumber daya manusia, iklim usaha, infrastruktur, tata kelola kelembagaan, hingga pemanfaatan teknologi dan inovasi sebagai penggerak transformasi ekonomi.
BACA JUGA : Memeta Ulang Wajah Ekonomi Aceh Setelah Satu Dekade
Boediastoeti menyebut IDSD sebagai rujukan objektif untuk membantu pemerintah pusat dan daerah menyusun kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy). “Dengan data yang akurat, arah pembangunan bisa lebih terukur dan efektif,” katanya.
Selaras dengan agenda 2026
Masih mengutip siaran pers BRIN, peluncuran indeks ini dikaitkan dengan tema Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2026, yakni “Kedaulatan Pangan dan Energi serta Ekonomi yang Produktif dan Inklusif”. Target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 6,3 persen dinilai sangat bergantung pada kontribusi daerah.
BRIN menilai tanpa penguatan daya saing di tingkat lokal, target tersebut sulit tercapai. Ketahanan ekonomi daerah—termasuk kemampuan menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan produktivitas—dipandang sebagai kunci.
Forum dialog antar daerah
Acara peluncuran IDSD 2025 dihadiri gubernur dari 38 provinsi, perwakilan 40 bupati, dan 20 wali kota. Forum tersebut diharapkan menjadi ruang dialog terbuka untuk membahas tantangan dan peluang peningkatan daya saing wilayah secara konstruktif.
“Penguatan daya saing daerah tidak bisa dilakukan secara parsial. Dibutuhkan koordinasi lintas sektor agar kebijakan pembangunan benar-benar berdampak pada kesejahteraan masyarakat,” ujar Boediastoeti.
Melalui IDSD 2025, BRIN menegaskan komitmennya menyediakan dasar ilmiah dan data kredibel untuk mendukung transformasi ekonomi nasional.
“Daya saing nasional yang kuat lahir dari daerah yang tangguh, inovatif, dan inklusif. IDSD adalah kompas bersama menuju Indonesia yang lebih produktif dan berdaya saing global,” tutupnya.(**)





Komentar