Pemerintah Evakuasi 32 WNI dari Iran, 22 Orang Tiba Lebih Dulu di Tanah Air

Para WNI yang mengikuti evakuasi gelombang pertama terdiri dari berbagai latar belakang, yakni 10 pekerja, 1 pengajar/jurnalis, 14 pelajar atau mahasiswa, 2 pekerja migran Indonesia (PMI), serta  5 Turis

Jakarta, kabarKini.co – Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia memfasilitasi pemulangan bertahap 32 Warga Negara Indonesia (WNI) dari Iran menyusul meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

Evakuasi tersebut dilakukan dalam dua kloter. Kloter pertama berjumlah 22 WNI telah tiba dengan selamat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Selasa (10/3) sekitar pukul 18.00 WIB setelah menempuh perjalanan dari Baku. Sementara 10 WNI lainnya yang tergabung dalam kloter kedua dijadwalkan tiba di bandara yang sama pada Rabu (11/3).

Para WNI yang mengikuti evakuasi gelombang pertama terdiri dari berbagai latar belakang, yakni 10 pekerja, 1 pengajar/jurnalis, 14 pelajar atau mahasiswa, 2 pekerja migran Indonesia (PMI), serta  5 Turis.

Setibanya di Tanah Air, para WNI tersebut disambut langsung oleh Menteri Luar Negeri, Sugiono. “Kami mengucapkan selamat datang kembali ke Indonesia dan selamat berkumpul bersama keluarga” ujar Menlu Sugiono saat menyambut para WNI yg di evakuasi, dikutip dari laman Kemenlu, Selasa (10/3).

Menlu Sugiono juga menambahkan di tengah perkembangan situasi di Iran dan kawasan, prioritas Pemerintah Indonesia adalah untuk memastikan keselamatan para WNI yang berada di kawasan. “Sejak konflik berlangsung, Kementerian Luar Negeri bersama Perwakilan RI di Timur Tengah terus berkoordinasi secara erat untuk memantau situasi, melakukan pendataan WNI, serta membahas langkah-langkah kontinjensi,” ujar Menlu

Para WNI tersebut selanjutnya akan dibantu Pemerintah Daerah untuk melanjutkan perjalanan ke daerah asal masing-masing.

Evakuasi ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Pemerintah Indonesia khususnya Kementerian Luar Negeri dan Perwakilan RI di luar negeri, dalam hal ini KBRI Tehran dan KBRI Baku dalam memastikan keselamatan dan pelindungan WNI di luar negeri, khususnya di wilayah yang terdampak konflik.

Berdasarkan catatan KBRI Tehran, jumlah WNI yang tercatat berada di Iran adalah 329 orang, yang mayoritas berstatus sebagai pelajar atau mahasiwa dengan konsentrasi utama di Kota Qom, dan sisanya adalah Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan para ekspatriat.

Kementerian Luar Negeri melalui KBRI di Tehran terus lakukan komunikasi intensif untuk memastikan kondisi dan keberadaan para WNI serta melakukan assessment tentang bentuk bantuan yang saat ini dapat diberikan.

Komentar