Bener Meriah, Kabarkini.co – Isu mengenai kekosongan Bahan Bakar Minyak (BBM) maupun Bahan Bakar Khusus (BBK) yang sempat memicu panic buying di Kabupaten Bener Meriah pada Rabu (4/3) dipastikan tidak benar. Pihak Pertamina menegaskan bahwa informasi tersebut merupakan kabar bohong atau hoaks.
Kepastian tersebut diperoleh melalui wawancara singkat staf publikasi Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Bener Meriah dengan perwakilan Pertamina setempat melalui sambungan telepon pada Kamis (5/3).
Perwakilan Pertamina Bener Meriah, Cucun, menyampaikan bahwa hingga saat ini proses penyaluran BBM dan BBK ke wilayah tersebut tetap berjalan normal tanpa kendala.
BACA JUGA : Polda Aceh Minta Warga Tenang, Pertamina Pastikan Stok BBM Aman
“Untuk berita kekosongan minyak itu hoaks. Sampai saat ini kami masih menyalurkan BBM dan BBK seperti biasa,” ujar Cucun, dikutip dari laman benermeriah.kab
Pertamina juga menegaskan bahwa tidak ada gangguan distribusi yang menyebabkan kelangkaan bahan bakar di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Bener Meriah.
Selain itu, pihak Pertamina setempat juga menyebutkan bahwa hingga saat ini belum ada instruksi atau informasi tambahan dari pusat terkait perubahan regulasi penyaluran BBM maupun BBK.
“Belum ada informasi atau arahan baru dari Pertamina Patra Niaga terkait perubahan penyaluran,” jelasnya.
Sebelumnya, beredar kabar di tengah masyarakat yang menyebutkan adanya kekosongan BBM di sejumlah SPBU di Bener Meriah. Informasi tersebut memicu kepanikan warga yang kemudian berbondong-bondong membeli bahan bakar.
Menanggapi hal tersebut, masyarakat diimbau untuk tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas kebenarannya dan selalu mengacu pada sumber resmi.
Pemerintah daerah bersama pihak terkait juga terus melakukan pemantauan guna memastikan distribusi BBM tetap berjalan lancar serta kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Hal tersebut sejalan dengan pernyataan Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, meluruskan informasi yang beredar terkait stok bahan bakar minyak (BBM) nasional yang disebut hanya cukup 20 hari imbas oerang di timur tengah. Pernyataan tersebut terjadi dirinya saat menghadiri rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/3/2026).
Bahlil menegaskan kondisi tersebut bukanlah kondisi darurat melainkan mencerminkan kemampuan daya tampung (storage) yang selama ini dimiliki Indonesia.
“Mohon agar pemberitaan terkait stok BBM tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Bener Meriah melalui Dinas Komunikasi dan Informatika menghimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak jelas sumbernya.
Masyarakat diharapkan tidak melakukan pembelian secara berlebihan (panic buying) yang justru dapat memicu antrean panjang yang tidak perlu di lapangan.
Informasi resmi terkait ketersediaan energi akan selalu disampaikan melalui kanal-kanal komunikasi pemerintah dan pihak berwenang.




Komentar