Story Pembangunan Ruko di Atas Tanah Sempadan Sungai, Sarengat: ini program Bumdes

Banyuwangi, kabarkini.co - Pada saat itu kisaran kurang lebih delapan orang warga Desa Sumberbulu di undang di rumah Sarengat (Kades) dalam rangka musyawarah untuk mendirikan bangunan ruko untuk pasar kuliner yang terletak di tanah sempadan sungai.

 

Delapan warga telah membayar iuran sekaligus dana persekot pembangunan ruko "tanpa kwitansi". Bukti dan uang pembayaran dipegang oleh Sarengat (Kades Sumberbulu). Rabu (30/3/2022).

Berikut nama orang yang hadir pada saat itu (setahu saya) Katiman, Suliyah,Karsidi, Sugiono, Sunarto, Khoiriyah, Siti Herlina. Sebelum terbentuknya ketua Bumdes, Kades membuat program pasar kuliner tapi "Tidak mengatasnamakan pasar Bumdes". Sugiono memaparkan.

 

Sugiono, melanjutkan ceritanya, bahwa pada saat musyawarah berlangsung, Sarengat menyampaikan, rencana pembangunan ruko pasar kuliner ini agar bapak ibu bisa jualan berbagai macam menu makanan. Bisa juga jualan sayuran dan buah buahan. Pada saat musim buah buahan nanti kita jadikan pusat jual beli buah buahan, karena wilayah Kecamatan Songgon terkenal penghasil buah buahan, katanya.

 

Lanjut cerita, karena rencana pembangunan pasar kuliner ini Pemerintah Desa Sumberbulu belum ada anggaran, maka kami berharap kepada bapak ibu bersama sama untuk iuran membangun pasar tersebut.

 

"Silahkan bermusyawarah bersama sama, kira kira anggaran satu petak ruko biayanya berapa?" Ujar Sugiono, mengutip ucapan Srengat.

 

Lalu hasil musyawarah pada saat itu diputuskan bersama, satu petak ruko permanen tembok batako juga atap, anggaran tujuh juta lima ratus rupiah (7.500.000) per orang, kesepakatan bersama pemilik ruko. Seketika itu pula, ada sebagian telah membayar dana persekot (DP) untuk pembangunan ruko untuk pasar kuline.

 

Terkait hasil musyawara twrsebut, Sugiono pun bertanya kepada Sarengat, memohon bagi yang sudah membayar iuran pembangun ruko alangkah baiknya diberi kwitansi sebagai alat bukti pembayaran yang sah. Menjaga dikemudian hari ada hal yang tidak diinginkan/terjadi masalah, orang orang tersebut mempunyai data atau bukti.

 

Namun, Sarengat menjawab. "Masak saya mau menipu kalian kalian, masak bapak ibuk tidak percaya kepada saya," ujarnya.

 

Sahut bapak ibu undangan yang hadir selaku calon pemilik ruko mengatakan, "Tidak usah kwitansi tidak apa apa pak? saya percaya kepada pak Kades," ujarnya.

Sarengat, pada saat itu juga berkata, kalau terjadi atau ada apa-apa saya bertanggung jawab. "Apabila ada petugas ataupun siapa saja yang bertanya bilang saja ini program Bumdes," ujar Sarengat, meyakinkan calon pemilik ruko. gigin