Tekan Harga Turun, DPRD Jatim Minta Pemerintah Perhatikan Petani Garam

 

Surabaya; Anggota fraksi Gerindra DPRD Jatim Syaifuddin Asmoro berharap agar pemerintah memberikan perhatian penuh terhadap petani garam di Madura, agar harga garam di skala nasional bisa dikendalikan.

politisi asal Madura ini mengungkapkan saat ini di Indonesia harga garam mengalami kenaikan sehingga ada beberapa daerah di Indonesia mengalami kelangkaan." Hal ini disebabkan perhatian pemerintah kurang karena selama ini pemerintah tak pernah memperhatikan petani garam,"ungkapnya saat ditemui di DPRD Jatim, senin (24/7).

Salah satu contoh yang dikatakan kurang perhatian pemerintah terhadap petani garam, kata Syaifuddin Asmoro, yaitu hingga saat ini petani masih menggunakan peralatan tradisional untuk memproduksi garam. "Seharusnya pemerintah memberikan bantuan peralatan yang modern untuk petani garam.Biar petani garam bisa sejahtera dengan peralatan modern tersebut,"sambungnya.

Mantan anggota DPRD di Madura ini menambahkan pihaknya yakin dengan peralatan modern tentunya akan menciptakan kualitas dan kuantitas garam asal Madura bisa lebih baik lagi."Tentunya saya yakin harganya bisa dikendalikan. Yang diminta petani itu cuma satu yaitu perhatian pemerintah terhadap mereka itu saja,"jelasnya.

Sekedar diketahui, terjadi kelangkaan garam konsumsi ditingkat masyarakat dalam beberapa belakangan ini. Pasalnya, petani garam menaikkan produksinya dari harga Rp 500 per kilogramnya menjadi Rp 5000 per kilogramnya. Ironisnya lagi, PT Garam selaku BUMN yang mengurus garam justru mendatangkan garam import untuk dijual ke masyarakat.(Yudhie)