Jakarta,Kabarkini.co – Dugaan penyiraman air keras terhadap seorang aktivis organisasi hak asasi manusia kembali terjadi. Kali ini menimpa AY, Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), di kawasan Jakarta Pusat, Kamis malam, 12 Maret 2026.
Insiden itu terjadi sekitar pukul 23.30 WIB. Korban diserang oleh orang tak dikenal yang menyiramkan cairan diduga air keras hingga menyebabkan luka serius. Saat ini AY masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Kepolisian menyatakan telah membuka penyelidikan atas dugaan penganiayaan berat tersebut. Kepala Divisi Humas Kepolisian Negara Republik Indonesia, Johnny Eddizon Isir, mengatakan kasus ini mendapat perhatian langsung dari Kapolri Listyo Sigit Prabowo.
“Bapak Kapolri telah memberikan atensi khusus terhadap kasus ini. Saat ini kami sudah melakukan penanganan tempat kejadian perkara dan proses penyelidikan terus berjalan,” kata Johnny dalam keterangan resmi, Jumat, 13 Maret 2026.
Polisi telah mencatat laporan perkara dengan nomor: LPA/222/III/2026/Satreskrim/RestroJakpus/
Polda Metro Jaya. Kasus ini diselidiki sebagai dugaan tindak pidana penganiayaan berat yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.
Menurut Johnny, penyidik akan menggunakan pendekatan scientific crime investigation untuk mengungkap pelaku dan motif di balik penyerangan tersebut. Polisi tengah memeriksa saksi-saksi serta menganalisis sejumlah barang bukti yang diamankan dari lokasi kejadian.
“Langkah penyelidikan dilakukan secara ilmiah dengan memeriksa saksi-saksi yang mengetahui peristiwa tersebut,” ujarnya.
Polri juga mengimbau masyarakat yang mengetahui atau melihat langsung kejadian tersebut agar memberikan informasi kepada penyidik. Informasi dari publik dinilai penting untuk mempercepat pengungkapan pelaku.
Sementara itu, kondisi korban dilaporkan masih dalam penanganan medis akibat luka yang dideritanya. Polisi berharap korban segera pulih dan dapat kembali beraktivitas.
Hingga kini, aparat kepolisian masih mendalami kronologi serta kemungkinan motif di balik penyerangan terhadap aktivis KontraS tersebut. Polisi juga berjanji akan menyampaikan perkembangan penyelidikan kepada publik secara berkala.




Komentar