Wanita Penjual Pinang Ditikam. Polisi Selidiki Dugaan Keterlibatan Kelompok Bersenjata!

Penjual pinang mengalami luka tusuk setelah diserang dua pria tak dikenal

Papua , KabarKini.co – Seorang perempuan penjual pinang mengalami luka tusuk setelah diserang dua pria tak dikenal di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, pada Selasa (17/2/2026). Polisi menyatakan pelaku sedang diburu dan menegaskan tidak akan mentolerir kekerasan terhadap warga sipil.

Korban, berinisial E.K. (33), berasal dari Alor, Nusa Tenggara Timur. Ia sehari-hari berjualan pinang di Kompleks Ruko Blok A, Distrik Dekai. Menurut keterangan aparat, insiden terjadi saat korban tengah melayani pembeli.

Dua pria yang datang dengan sepeda motor matic mendekati lapaknya. Salah satu di antaranya disebut-sebut kerap membeli pinang di tempat korban. Namun, tanpa peringatan, pelaku mengeluarkan pisau dan menikam korban dua kali di bagian pundak kanan sebelum melarikan diri ke arah Kantor Pos.

BACA JUGA : APBA 2026 Cair, Gubernur Injak Pedal Gas Minta SKPA Tidak Lelet!

Korban segera dilarikan ke RSUD Dekai dan kini menjalani perawatan medis.

Tim gabungan dari Satgas Operasi Damai Cartenz 2026, Polres Yahukimo, dan Brimob Polda Papua mendatangi lokasi serta rumah sakit untuk mengumpulkan keterangan saksi dan mengamankan barang bukti.

Polisi menyatakan tengah menyelidiki kemungkinan keterkaitan pelaku dengan simpatisan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Kodap XVI Yahukimo. Kelompok tersebut sebelumnya diduga terlibat dalam insiden pembakaran ruko di kawasan yang sama pada 14 Februari 2026. Aparat menekankan bahwa dugaan ini masih dalam pendalaman.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, mengatakan pihaknya akan menindak tegas pelaku sesuai hukum yang berlaku.

“Setiap tindakan kekerasan terhadap masyarakat, terlebih terhadap perempuan yang sedang mencari nafkah, tidak dapat dibenarkan. Pelaku akan kami kejar dan proses secara hukum,” ujarnya.

Hingga kini, dua terduga pelaku masih dalam pencarian. Aparat memperketat pengamanan di sekitar Ruko Blok A dan wilayah Dekai, sementara warga diminta tetap tenang dan melaporkan informasi yang dapat membantu proses penyelidikan. (**)

Komentar