Lambai Daun Pegaga, Penganan Tradisional yang Diburu Warga Aceh Saat Ramadan

Daun pegaga juga dikenal memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan. Tanaman ini dipercaya dapat membantu meningkatkan konsentrasi, mempertajam daya ingat, serta membantu mengatasi masuk angin dengan mengeluarkan angin dari dalam tubuh

Banda Aceh, Kabarkini.co– Aceh memiliki satu hidangan tradisional yang unik, diracik dari aneka dedaunan dan kerap hadir saat bulan Ramadan. Makanan itu dikenal dengan nama Sambai Oen Peugaga atau lambai daun pegaga, sayur khas yang hingga kini masih digemari masyarakat.

Bahan utamanya adalah daun pegagan atau pegaga dengan nama latin Centella asiatica, tumbuhan merambat yang banyak tumbuh di pematang sawah maupun tempat-tempat yang sejuk. Daun kecil berbentuk bulat ini sejak lama dimanfaatkan masyarakat Aceh sebagai bahan makanan sekaligus tanaman herbal.

Sambai Oun Pegaga / Foto : Jp

Saat bulan Ramadan tiba, daun pegaga menjadi salah satu bahan yang banyak dicari warga untuk melengkapi menu berbuka puasa. Daun ini biasanya diolah menjadi lambai atau sambai oen peugaga dengan cara diracik bersama berbagai jenis dedaunan lainnya.

Kuliner ini dikenal unik karena diracik dari puluhan jenis dedaunan hutan yang secara tradisional bisa mencapai 44 jenis daun. Daun-daun tersebut diiris sangat halus hingga menyerupai helaian benang.

Setelah itu, campuran dedaunan tersebut dipadukan dengan berbagai bumbu khas seperti kelapa gongseng (u lheu), bawang merah, cabai rawit, udang rebus, serta perasan jeruk nipis. Hasilnya menghadirkan perpaduan rasa getir, segar, pedas, dan gurih yang khas di lidah.

Salah satu penjual lambai pegaga yang rutin berjualan setiap Ramadan adalah Nursiah. Perempuan ini membuka lapaknya di kawasan pasar kuliner Jalan Garuda, Banda Aceh. Menjelang waktu berbuka, dagangannya kerap diserbu pembeli.

Menurut Nursiah, lambai pegaga menjadi salah satu menu favorit masyarakat saat Ramadan.

“Setiap Ramadan saya selalu jualan lambai pegaga. Banyak yang cari karena rasanya segar dan cocok untuk berbuka,” ujarnya.

Ia mengaku dalam sehari bisa menjual hingga sekitar 100 porsi. Satu porsi lambai pegaga dijual dengan harga Rp10 ribu.

Selain rasanya yang khas, daun pegaga juga dikenal memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan. Tanaman ini dipercaya dapat membantu meningkatkan konsentrasi, mempertajam daya ingat, serta membantu mengatasi masuk angin dengan mengeluarkan angin dari dalam tubuh.

Di tengah maraknya makanan modern, keberadaan lambai daun pegaga tetap bertahan. Bagi banyak warga Aceh, sepiring hidangan sederhana ini bukan hanya soal rasa, tetapi juga bagian dari tradisi kuliner Ramadan yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.

Komentar