Banda Aceh, KabarKini.Co – Postur rencana belanja Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) tahun 2026 menunjukkan struktur pengelolaan anggaran yang signifikan. Merujuk pada data Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) per April 2026, rumah sakit rujukan utama di Provinsi Aceh ini mengelola total pagu anggaran sebesar Rp911,55 miliar yang terbagi dalam skema penyedia pihak ketiga dan swakelola mandiri.
Pos dengan nilai terbesar terdapat pada kelompok pengadaan melalui penyedia, khususnya paket Belanja Barang Pakai Habis dengan kode RUP 66703179. Pagu anggaran yang dialokasikan untuk pos ini mencapai angka Rp288,9 miliar. Berbeda dengan paket strategis lain yang menggunakan sistem elektronik (e-purchasing), pengadaan barang pakai habis senilai hampir Rp289 miliar ini menggunakan metode “Dikecualikan”, yang dalam ketentuan pengadaan pemerintah diperbolehkan dalam kondisi tertentu.
BACA JUGA: Anggaran untuk Renovasi Rumah Jabatan Walikota Banda Aceh Tembus Miliaran Rupiah
Selain itu, manajemen RSUDZA juga mengalokasikan Belanja Jasa Cleaning Service dengan kode RUP 65744753 sebesar Rp22,7 miliar melalui e-purchasing yang telah dijadwalkan sejak Februari lalu. Pada kategori swakelola, RSUDZA menganggarkan Belanja Jasa Kantor melalui kode RUP 43283362 dengan nilai mencapai Rp262 miliar. Dana yang bersumber dari pendapatan fungsional BLUD ini menjadi instrumen operasional terbesar yang dikelola secara mandiri oleh instansi tersebut.
Nilai belanja signifikan lainnya juga terlihat pada pos Gaji dan Tunjangan dengan kode RUP 42882427 senilai Rp210,9 miliar yang bersumber dari APBD. Besarnya angka belanja pegawai yang berdampingan dengan belanja jasa kantor ini menunjukkan besarnya skala anggaran yang dikelola oleh manajemen RSUDZA pada tahun 2026.
Redaksi telah berupaya meminta konfirmasi kepada Kasubbag Infokom dan Kerjasama RSUDZA, Rahmady yang mewakili pihak manajemen RSUDZA pada hari Minggu, 12 April 2026 lalu untuk mengklarifikasi rincian penggunaan anggaran tersebut. Namun, sampai berita ini ditayangkan, belum ada jawaban atau pernyataan resmi yang diberikan oleh pihak terkait mengenai besaran alokasi dana maupun metode pengadaan yang digunakan.



