Banda Aceh, Kabarkini.co – Sebuah peristiwa unik sekaligus menyentuh hati terjadi di kawasan Lamtemen Barat, Kecamatan Jaya Baru, Kota Banda Aceh. Seorang wanita bernama Wardiah menghubungi layanan darurat Call Centre 110 milik Polresta Banda Aceh dengan laporan dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
Laporan tersebut diterima petugas sekitar pukul 15.15 WIB dan langsung ditindaklanjuti. Personel kepolisian yang mengenakan pakaian preman segera bergerak menuju lokasi untuk memastikan kondisi pelapor.
Kapolsek Jaya Baru, Tea Gustianingsih, menjelaskan bahwa pihaknya merespons cepat laporan tersebut karena termasuk kategori darurat.
“Setelah menerima laporan, personel langsung menuju lokasi untuk memberikan pertolongan,” ujarnya.
Namun, setibanya di lokasi, petugas menemukan fakta yang tidak terduga. Wardiah ternyata tidak sedang mengalami kekerasan, melainkan dalam kondisi sangat lapar.
Saat dikonfirmasi, Wardiah mengaku bahwa peristiwa KDRT yang ia maksud sebenarnya terjadi sekitar satu tahun lalu. Ia menghubungi polisi karena tidak tahu harus meminta bantuan ke mana saat membutuhkan makanan.
Alih-alih marah karena laporan yang tidak sesuai kondisi, personel Polresta Banda Aceh justru menunjukkan sikap empati.
Melihat kondisi Wardiah yang memprihatinkan di rumahnya, petugas langsung membelikan nasi bungkus dan air mineral untuk memenuhi kebutuhan mendesaknya.
Selain memberikan bantuan makanan, petugas juga mendengarkan keluhan Wardiah serta memberikan edukasi. Ia disarankan untuk berkoordinasi dengan keuchik atau kepala desa setempat agar bisa mendapatkan bantuan sosial secara berkelanjutan.
“Tugas polisi bukan hanya menegakkan hukum, tetapi juga mengayomi dan hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan. Semoga bantuan kecil ini bisa meringankan beban Ibu Wardiah,” tutup Iptu Tea.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kehadiran aparat tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai bagian dari solusi kemanusiaan di tengah masyarakat.



