BPS Catat Ekonomi Aceh Tumbuh 4,09 Persen, Program MBG Mulai Berdampak

struktur ekonomi Aceh masih didominasi sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan dengan kontribusi sebesar 31,70 persen terhadap total Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Aceh

Banda Aceh, Kabarkini – Badan Pusat Statistik Provinsi Aceh mencatat ekonomi Aceh mengalami pertumbuhan sebesar 4,09 persen pada Triwulan I-2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya atau secara year-on-year (y-on-y).

Kepala BPS Aceh, Agus Andria, mengatakan pertumbuhan ekonomi Aceh didorong oleh meningkatnya aktivitas pada sejumlah sektor strategis. Dari sisi produksi, peningkatan produksi daging ayam, sapi, dan kerbau terjadi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri.

Selain itu, aktivitas sektor akomodasi dan makan minum kembali meningkat pascapemulihan bencana banjir. Sektor konstruksi juga tumbuh signifikan seiring meningkatnya penjualan semen sekitar 30 persen yang didorong rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, termasuk pembangunan hunian sementara, hunian tetap, jalan, dan jembatan.

“Dari sisi konsumsi, daya beli masyarakat meningkat akibat bertambahnya jumlah aparatur sipil negara (ASN) serta pembayaran gaji dan tunjangan hari raya (THR). Nilai Tukar Petani (NTP) juga meningkat sebesar 2,70 persen secara tahunan,” kata Andri dalam keterangannya, Rabu (6/5/2026).

Sementara itu, sebutnya, dari sisi eksternal, ekspor luar negeri meningkat sejalan dengan naiknya ekspor batu bara, sedangkan impor menurun akibat turunnya impor pupuk dan migas. Sementara itu, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mulai berjalan dengan lebih dari 650 SPPG aktif turut memberikan dampak terhadap aktivitas penyediaan makan minum, industri makanan, dan perdagangan.

Di sisi lain, struktur ekonomi Aceh masih didominasi sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan dengan kontribusi sebesar 31,70 persen terhadap total Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Aceh. Sektor perdagangan besar dan eceran menyumbang 15,92 persen, administrasi pemerintahan 8,99 persen, konstruksi 8,72 persen, serta transportasi dan pergudangan 6,53 persen.

Dari sisi pertumbuhan, lapangan usaha jasa keuangan dan asuransi mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 17,96 persen, diikuti sektor konstruksi sebesar 15,95 persen, serta penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 13,54 persen.

“Di tingkat regional Sumatera, Aceh mencatat kontribusi sebesar 4,88 persen terhadap perekonomian Pulau Sumatera,” jelasnya.